Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Polisi Diraja Malaysia Tetapkan Paham Wahabi Ajaran Terorisme

Polisi Diraja Malaysia Tetapkan Paham Wahabi Ajaran Terorisme

Page Visited: 853
Read Time:1 Minute, 6 Second

Malaysia – Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengesahkan penganut fahaman terorisme atau militan bermula dari perkembangan ideologi Salafi Jihadi yang bersumber dari pandangan Ibnu Taimiyah dan serta tokoh-tokoh sealiran dengannya seperti Nasiruddin Al-Albani, demikian menurut laporan Utusan Malaysia dan TV3.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten Direktur Bagian KontraTerrorism, Cabang Khusus Bukit Aman, Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay, dalam sebuah seminar setelah menjadi penceramah dalam Seminar Nasional Islam: Jihad vs Militan anjuran Organisasi Ahli Sunnah Wal Jamaah Malaysia (Aswaja) di Kuala Lumpur, Minggu lalu. Seperti dirilis kantor berita ABNA24 (15/11/2020).

Beliau turut menyiarkan video tentang operasi di dua kamp ISIS dalam merekrut anak-anak termasuk ketika anak-anak mengucapkan sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Bahwa mereka tidak mempercayai demokrasi dan pemerintah karena itu semua syirik dan wajib diperangi.

Melalui penemuan buku-buku milik anggota-anggota IS yang ditangkap, beliau memberitahukan, sumber bacaan itu telah menjustifikasikan tindakan keganasan demi merealisasikan tujuan organisasi tersebut.

Baca Juga :  Demonstran Afrika Tolak Afrika Jadi Tempat Ujicoba Vaksin Covid-19

Ibnu Taimiyah adalah seorang radikal yang dianggap terlalu ekstrem dalam mengemukakan pandangan-pandangan berkaitan dengan agama Islam. Dia akhirnya mati dalam penjara pemerintah karena ideologinya yang sangat berbahaya bagi masyarakat Muslim.

Malangnya kebanyakan penceramah agama di Malaysia termasuk bekas Mufti Wilayah Perseketuan menjadikan Ibnu Tamiyyah sebagai rujukan agama dalam ceramah atau buku-buku mereka. Kebanyakan pengikut ekstrem Ibnu Taimiyah dikenali sebagai penganut ajaran Wahabi. (*)

Bagikan ini :