Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Demo Tolak UU Ciptaker di Medan, Polisi Ungkap Ada Dugaan Keterlibatan KAMI

Polisi Ungkap KAMI Mungkin Terlibat Demo Rusuh Tolak UU Cipta Kerja di Medan.

Polisi Ungkap KAMI Mungkin Terlibat Demo Rusuh Tolak UU Cipta Kerja di Medan

Page Visited: 857
Read Time:1 Minute, 48 Second

Demo Rusuh Tolak UU Cipta Kerja di Medan, Diungkap Polisi Ada Dugaan Keterlibatan KAMI

Medan – Polisi menyebut ada dugaan keterlibatan KAMI dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Medan. Dugaan keterlibatan KAMI ini diungkap polisi dalam rapat koordinasi dengan perwakilan buruh di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Senin (12/10/2020).

Dalam tangkapan layar yang disampaikan, KAMI yang dimaksud polisi adalah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

“Mengamankan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) An Hairi Amri yang diketahui penyuplai logistik,” tulis dalam materi berisi 8 poin tersebut.

Baca juga : Didukung Gatot Nurmantyo dan KAMI, Aksi Tolak RUU Cipta Kerja Berakhir Rusuh di Mana-mana

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin ditanya soal dugaan keterlibatan KAMI tersebut hanya menjawab singkat.

“Ini sudah kita buktikan dan kelompok ini memang ada. Untuk keterangan berikutnya mohon waktu,” jelasnya.

Baca Juga :  Analis Politik: Gatot Nurmantyo Akan Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024

Martuani mengatakan, sebanyak 27 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam unjuk rasa berakhir bentrok.

“Sampai saat ini khusus yang diamankan dan ditingkatkan menjadi tersangka ada 27 orang, dan ini akan berkembang. Tadi pagi ada juga yang ditangkap dua orang dalam ujaran kebencian UU ITE,” ujarnya.

Martuani menegaskan, akan membuktikan adanya keterlibatan orang yang menunggangi aksi penolakan UU Cipta Kerja itu.

“Mohon waktu rekan-rekan, kami akan buktikan orang-orang itu,” ungkapnya.

Baca juga : Gatot Nurmantyo Berpolitik Langit, Serukan KAMI Dukung Mogok Nasional Buruh Tolak RUU Cipta Kerja

Menurut Martuani, kepolisian tetap menjamin penyampaian pendapat dimuka umum sebagaimana yang dijamin oleh konstitusi. Namun, pihaknya akan menindak setiap orang yang dalam penyampaian hak tersebut, melanggar undang-undang.

“Tugas polisi adalah menjamin semua orang dalam melaksanakan haknya juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban dan menjaga hak orang lain. Ketika ini terganggu, maka tidak lain tidak bukan kami akan tindak,” tegasnya.

Baca juga : Dukung Demo Tolak RUU Cipta kerja, Manuver Politik Langit KAMI Rugikan Rakyat

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Ajak Bersyukur Banyak Petinggi KAMI Ditangkap Polisi

Diberitakan sebelumnya, aksi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja mendapat penolakan dari organisasi buruh, mahasiswa dan pelajar.

Aksi penolakan di depan gedung DPRD Sumatera Utara berujung rusuh. Beberapa anggota polisi mengalami luka-luka tidak terkecuali massa aksi tolak UU Cipta Kerja. (Ummatina/Demo Tolak UU Ciptaker di Medan)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda