Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pupuk Karakter Kebangsaan untuk Tangkal Paham Radikal

Page Visited: 1133
Read Time:2 Minute, 32 Second

Pupuk Karakter Kebangsaan untuk Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Perilaku akibat paham radikal dan terorisme memang mengkhawatirkan bahkan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku kekerasannya telah banyak memakan korban seperti kita lihat dalam rentetan peristiwa di Indonesia.

Kekerasan atas nama apapun tidak layak dilakukan, karena kekerasan hanya akan menyebabkan luka fisik maupun luka psikis. Luka fisik berdampak kematian dan luka psikis menyebabkan trauma bagi korban dan keluarga, sehingga kualitas hidupnya semakin buruk dan berdampak sosial yang lain.

Paham radikal telah menyebar diberbagai lapisan masyarakat bahkan telah menyasar kalangan pelajar di berbagai tingkatan yang tentu saja akan membahayakan masa depan mereka dan masa depan bangsa kita secara umum.

Pertanyaannya kemudian adalah…, bagaimana menangkal gerakan radikalisme dan terorisme?

Pupuk Karakter Kebangsaan, Menumbuhkan Nasionalisme

Nasionalisme pada hakekatnya adalah untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, karena nasonalisme menentang segala bentuk penindasan terhadap pihak lain, baik itu orang per orang, kelompok-kelompok dalam masyarakat, maupun suatu bangsa.

Baca Juga :  Mencegah Radikalisme dengan Moderasi Beragama

Nasionalisme tidak membeda-bedakan baik suku, agama, maupun ras. Prinsip–prinsip nasionalisme, menurut Hertz dalam bukunya Nationality in History and Policy, antara lain : Pertama, hasrat untuk mencapai kesatuan. Kedua, hasrat untuk mencapai kemerdekaan. Ketiga, hasrat untuk mencapai keaslian. Keempat, hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.

Kita harus bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan, etika akademik, HAM, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dan wawasan nusantara. Generasi yang mempunyai karakter kebangsaan yang unggul.

Dimana hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.

Ada 18 nilai pengembangan budaya dan karakter bangsa, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab .

Baca Juga :  Mewaspadai Radikalisme dan Ekstremisme ASN

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menyatakan salah satu tantangan negara ini adalah ancaman berupa paham radikal dan terorisme. Oleh karena itu, generasi muda harus menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi.

“Negara kita ini begitu luar biasa besar, tapi memang ada ancaman-ancaman, mulai dari adanya terorisme, radikalisme, intoleran dan paham-paham lainnya yang tentu akan mempengaruhi ideologi bangsa Indonesia. Ancaman-ancaman ini banyak bermunculan di media sosial,” ujarnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Gedung Utama Untar, Jakarta, Kamis (21/02/2019).

Wujud rasa nasionalisme salah satunya bisa dilihat dari semangat kebangsaan dan bela negara untuk kalangan mahasiswa. Akhir-akhir ini tampaknya ada perubahan dari generasi muda dalam memandang nasionalisme sehingga perlu dihidupkan lagi nilai-nilai ke-Indonesia-an dan karakter kebangsaan, khususnya di lingkungan kampus.

Karakter kebangsaan akan melahirkan sikap nasionalisme, yang merupakan suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Baca Juga :  Komnas HAM: Tak Ada Indikasi Pelanggaran HAM Berat atas Tewasnya 6 Laskar FPI

Sikap dan semangat nasionalisme akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada dan merupakan jiwa bangsa Indonesia. Dan sikap nasionalisme ini akan semakin tumbuh subur dengan memupuk karakter kebangsaan. (*)

Bagikan ini :