Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pura-pura Taubat dari ISIS, Pelaku Teror di Wina Kelabui Para Mentor Program Deradikalisasi

Pura-pura Tolak Terorisme, Teroris Wina Kelabui Program Deradikalisasi

Page Visited: 1230
Read Time:2 Minute, 3 Second

Pura-pura Menolak Radikalisme dan terorisme, Teroris di Wina Kelabui Para Mentor Program Deradikalisasi

Pelaku aksi teror di Wina, Austria, yang menyebabkan tewasnya empat orang pada Senin (2/11/2020) malam, dikatakan merupakan pendukung ISIS yang telah mengelabui program deradikalisasi.

Mengutip The Guardian, Kementerian Dalam Negeri Austria mengungkap pelaku yang bernama Kujtim Fejzulai, dengan sengaja menipu para mentor, berpura-pura dirinya tak lagi tertarik dengan paham radikal dan menolak terorisme.

Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer, mengatakan Fejzulai dipersenjatai senapan otomatis, pistol, dan parang, serta mengenakan rompi bunuh diri palsu.

Pemuda berusia 20 tahun itu, sebelum melancarkan aksi, disebutkan telah mengunggah foto dirinya menenteng senjata di Instagram.
Fejzulai yang merupakan warga negara Austria dan Makedonia Utara, tewas ditembak polisi sesaat setelah melepaskan tembakan di distrik pertama ibu kota Austria, Wina, pada pukul 20.00 malam waktu setempat.

Ia lahir di Modling, Wina selatan dan telah menunjukkan ketertarikan kuat terhadap politik Islam sejak remaja sebelum kemudian berencana untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.

Baca Juga :  Pakar Sebut PBB Kian Kerdil, Kekuatan Dunia Makin Angkuh

Hingga pada September 2018, Fejzulai dideportasi dari Tukri ke Austria setelah gagal melintasi perbatasan ke Suriah. Ia dijatuhi hukuman 22 bulan kurungan pada April 2019.

Karena usianya saat itu masih di bawah umur, Fejzulai mendapatkan keringanan dan hukumannya ditangguhkan pada 5 Desember 2019 dengan syarat akan secara teratur dipantau oleh pihak program deradikalisasi di bawah Kementerian Kehakiman Austria.

Program deradikalisasi Derad merupakan asosiasi yang berbasis di Wina yang dikelola oleh 13 mentor, untuk melakukan pengawasan terhadap mereka terduga radikal atau telah dihukum karena terkait aktivitas teroris.

Nehammer menyebut Fejzulai, selama program, dengan sengaja menciptakan kesan tak lagi menganut ideologi radikal maupun terlibat aktivitas teroris, berujung pada terhentinya upaya pencabutan kewarganegaraan Austria si pelaku.

“Faktanya: teroris berhasil mengelabui program deradikalisasi kehakiman. Kita perlu mengevaluasi dan mengoptimalkan sistem di sisi pengadilan,” ujar Nehammer, Selasa (3/11).

Kanselir Austria, Sebastizan Kurz, mengatakan empat korban tewas aksi teror di Wina adalah seorang lansia pria, lansia perempuan, pejalan kaki, dan seorang pelayan.

Baca Juga :  Fakta Sebenarnya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Setidaknya 22 orang disebutkan terluka akibat tembakan dan pisau. Tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

ISIS melalui Telegram, pada Selasa (3/11) malam, dilaporkan membuat pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas berwenang Austria sampai saat ini telah menangkap empat belas orang terkait aksi teror yang salah satunya terjadi di luar rumah ibadah Yahudi, sinagoga.

Video beredar di media sosial terlihat seorang pria bersenjata yang berlari di jalan berbatu dan berteriak. Salah satunya memperlihatkan seorang pria menembaki seseorang di luar tempat yang tampak seperti sebuah bar di jalan tak jauh dari sinagoga. (*)

Bagikan ini :