Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Melawan Secara Damai

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Melawan Secara Damai

Page Visited: 932
Read Time:1 Minute, 45 Second

Radikalisme dan Intoleransi Bangkitkan Warga Solo Bersatu Lakukan Perlawanan Secara Damai

Warga Solo bangkit dan bersatu bergabung dalam Barisan Solidaritas Masyarakat Surakarta Untuk Indonesia Damai (Bima Sakti). Mereka menggelar aksi damai di Bundaran Gladak, Solo, Jawa Tengah pada Minggu (30/8/2020).

Dilansir dari 5news.co.id, para peserta aksi damai tersebut terdiri dari 78 elemen massa yang mayoritas berasal dari PKL, pengemudi becak, pedagang pasar, ojek online dan masyarakat marginal, mahasiswa, pelajar, ormas, paguyuban, budayawan serta seniman menyerukan 7 point seruan damai. Seruan tersebut pada intinya warga asli kota Solo menginginkan kedamaian dan kondusifitas.

Baca juga : Anarkisme Laskar Takfiri di Pasar Kliwon Solo, GP Ansor Jateng Desak Polisi Tangkap Para Perusuh

Aksi damai tersebut dimanifersikan dengan kirab Bendera Sang Saka Merah Putih sekaligus budaya, yang ditujukan pada publik luas bahwa kota Solo terdapat beranekaragam budaya dan sangat konduktif. Mereka bergerak dengan diiringi musik tradisional Reog.

Inisiator Aksi Damai, Kusumo Putro mengatakan Solo sejak dulu adalah kota yang damai, penuh toleransi dan saling menghormati dalam segala perbedaan dan keaneka-ragaman serta identik dengan budayanya.

Baca Juga :  Bersihkan Benih Radikalisme dengan Wawasan Kebangsaan

“Kota yang unik dan mengedepankan sopan santun. Juga kota yang aman, nyaman, gotong royong, ayem tentrem dan berbudaya,” ujar Kusno, Minggu (30/8)/2020.

Baca juga : Kelompok Laskar di Solo Geruduk Acara “Midodareni”, Hancurkan Mobil dan Keroyok Tuan Rumah

Ia menegaskan Solo harus menjadi ramah di mana warga saling hidup berdampingan tanpa ada rasa was-was dalam beraktifitas dan masyarakat kecilnya mendapat tempat dalam mengais rejeki.

Kusno juga menyatakan dirinya tidak akan tinggal diam jika kedamaian dan kondusifitas serta kerukunan antar warga Solo terkoyak gara-gara semakin berkembangnya sikap radikal dan intoleran.

“Kami warga Solo sepakat bersama-sama menjaga harga diri kota kami dengan segenap jiwa raga demi kota Solo yang berbudaya dan bermartabat. Dan siap berkorban apapun untuk menjaga NKRI yang kami cintai,” lanjutnya.

baca juga : Kasus Penyerangan di Pasar Kliwon, NU Soloraya Dukung Tindakan Tegas Polisi

Ke depan diharapkan agar warga Solo bersatu kembali pada inti nilai budaya adi luhung warisan leluhur untuk mengimbangi dan mencegah radikalisme dan sikap intoleran. Maka ke depan perlu dibangun kembali kebudayaan dengan kearifan lokal. (qa/ummatina)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda