Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Radikalisme dan Terorisme Masih Jadi Ancaman Nyata pada NKRI

Radikalisme dan Terorisme Masih Jadi Ancaman Nyata Bagi NKRI

Page Visited: 901
Read Time:2 Minute, 47 Second

Radikalisme dan Terorisme Masih Jadi Ancaman Nyata Bagi NKRI

Jangan sekali-kali mengatakan radikalisme dan terorisme sudah habis dan bukan lagi menjadi ancaman bagi NKRI. Terjadinya aksi kekerasan dan pembunuhan yang menewaskan satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menjadi bukti radikalisme dan terorisme masih eksis dan terus menjadi ancaman nyata bagi NKRI.

Berdasarkan penyelidikan oleh pihak kepolisian, kejadian aksi teror ini didalangi dan dilakukan oleh kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Apa pun motifnya terorisme adalah perbuatan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Aksi terorisme bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan agama. Islam tidak menoleransi semua tindakan kekerasan apalagi yang mengancam kehidupan umat manusia.

“Barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya…” (QS. Al-Maidah: 32)

Kita prihatin atas aksi biadab dan keji yang dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur alias MIT pimpinan Ali Kalora yang membantai satu keluarga dan membakar rumah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tindakan keji dan biadab itu merupakan aksi teroris yang masih dilakukan secara sporadis di wilayah Sulteng, khususnya di Sigi dan Poso.

Baca Juga :  Toleransi Menjaga Bangsa dari Bahaya Radikalisme

Dengan kejadian ini masyarakat sebaiknya tetap tenang dan menyerahkan pengusutan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Mudah-mudahan kepolisian bisa segera memulihkan situasi dan kondisi di daerah Sigi pasca kejadian pembakaran dan pembunuhan tersebut.

Negara pasti tidak akan membiarkan dan selalu hadir untuk memulihkan rasa aman di masyarakat. Untuk itu polisi terus kerja keras mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat tetap tenang tidak perlu panik, jangan terpancing dengan berita apa pun yang beredar, baik di medsos maupun grup-grup WA. Kepolisian sudah menangani teror ini dengan sigap dan penuh perhitungan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan tim gabungan untuk mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Menurut Awi, hasil pemeriksaan saksi diketahui pelaku berjumlah kurang lebih 10 orang. Tiga di antaranya membawa senjata api laras panjang dan genggam. Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 27 November 2020. Dalam kejadian tersebut, terjadi tindak penganiayaan hingga pembunuhan.

Baca Juga :  Ciri-ciri Kadrun
Radikalisme dan Terorisme Masih Jadi Ancaman Nyata pada NKRI.

Pentingnya kerukunan umat beragama

Dalam suasana ketakutan akibat aksi terorisme ini kita bisa merasakan betapa pentingnya menwujudkan kerukunan umat beragama, ini benar-benar merupakan suatu hal yang penting dan berharga. Kerukunan antar umat beragama dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme. Kita semua wajib menyadari kerukunan di antara kita merupakan modal yang sangat berharga bagi terciptanya suasana harmonis dalam hidup masyarakat.

Kerukunan antar sesama anak bangsa yang menganut agama berbeda-beda ini akan membuat Indonesia kebal dari infiltrasi radikalisme dan terorisme. Apapun agama yang kita anut, penguatan rasa cinta Tanah Air dan persatuan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masyarakat Indonesia semuanya harus menjadi bagian dari benteng untuk menjaga NKRI. Karena menjaga persatuan bangsa, membela kehidupan bangsa dan mencintai Tanah Air itu, adalah bagian dari kewajiban yang ada di dalam semua agama apa pun. Pasalnya, bila negara ini kacau maka sebagai umat beragama tidak bisa menjalankan ajaran agama dengan baik.

Baca Juga :  Perpres Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Pertahanan Negara, Diteken Presiden

Bukan hanya untuk umat Islam saja, tetapi untuk seluruh agama. Karena radikalisme itu ada pada semua agama, kebetulan saja karena di Indonesia ini mayoritas beragama Islam, maka radikalisme yang menguat itu adalah radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam. (*)

Bagikan ini :