Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Syaikh Adnan Afyouni dan habib Luthfi bin Yahya

Syaikh Adnan al-Afyouni Bersama Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Radikalisme di Suriah Renggut Ulama Besar, Syekh Adnan Al-Afyouni

Page Visited: 2148
Read Time:5 Minute, 11 Second

Radikalisme di Suriah Memakan Korban Ulama Internasional, Syekh Adnan Al-Afyouni, Mufti Damaskus Suriah

Syekh Adnan Al-Afyouni, ulama besar di Suriah. Beliau di antaranya yang mewanti-wanti agar Indonesia terus dijaga dari ajaran radikalisme yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan kemanusiaan.

Dalam al-‘Alaqah baina ad-Din wa al-Wathan halaman 184, ulama yang menjadi Mufti damaskus ini menegaskan:

“Yang paling mengancam persatuan bangsa, bagi negeri-negeri berpenduduk muslim, adalah pola pikir radikal yang menebar permusuhan antar anak bangsa dan memecah belah bangsa atas nama agama.”

Sosok ulama yang menjadi salah salah satu rujukan penting Fikih Kebangsaan Pesantren Lirboyo ini dikabarkan wafat syahid pada Kamis (22/10/2020) setelah mobilnya dibom oleh teroris di kota Qudssaya Suriah. Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun …..

Baca juga : Innalillahi…, Mobil Mufti Suriah Diledakkan Teroris

Syekh Adnan Al-Afyouni Bersama Mbah Mun

Syekh Adnan Al-Afyouni Dekat dengan Para Ulama Indonesia

Ikatan Alumni Syam (Suriah) Indonesia (Alsyami) mengungkapkan sosok Syekh M. Adnan Al-Afyouni sebagai seseorang yang getol melakukan rekonsiliasi konflik di Suriah yang berkepanjangan dan berdampak krisis kemanusiaan, selain korban jiwa tak terhitung jumlahnya.

“Beliaulah ulama yang turun langsung meng-ishlah-kan pihak-pihak yang bertikai,” kata Sekjen Alsyami, M. Najih Arromadloni, Jumat (23/10/2020).

Syekh Adnan juga merupakan ulama yang mendapatkan kepercayaan pemerintah dan oposisi, karena integritasnya yang tinggi.

“Syekh Adnan juga termasuk ulama yang sangat dekat dengan ulama dan umat Islam Indonesia, mempunyai ratusan murid di Indonesia, melakukan serangkaian puluhan kunjungan ke Indonesia semasa karirnya menjadi mufti Provinsi Damaskus,” jelas Najih.

Syekh Adnan merupakan ulama yang memimpin rapat pemilihan Maulana Habib Luthfi bin Yahya sebagai Ketua Forum Sufi Dunia yang berlangsung di Pekalongan, Jawa Tengah pada April 2019 lalu.

Baca Juga :  Apa Maksud Menag Fachrul Razi soal Agen Radikalisme ‘Good Looking’?

Di tempat yang sama, Pekalongan, Syekh Adnan bersama tokoh-tokoh sufi dunia juga menghadiri Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara pada 27-29 Juli 2016 lalu.

Syekh Adnan Al-Afyouni (Paling Kiri) Bersama Habib Luthfi bin yahya

Pada Konferensi Ulama Internasional tahun 2016 tersebut menghasilkan 15 poin consensus (kesepakatan) ulama terkait bela negara dan berbagai problem dunia Islam.

Kegiatan yang digelar JATMAN dan Kementerian Pertahanan itu diikuti oleh sejumlah ulama, intelektual, dan akademisi dari 40 negara di dunia serta ratusan ulama dari Indonesia.

Baca juga : Fakta Sebenarnya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

15 Konsensus tersebut dibacakan oleh Syekh Adnan Al-Afyouni. Dalam prakatanya, Syekh Afyuni menyampaikan bahwa konferensi telah berlangsung dengan sejumlah sidang pembahasan secara ilmiah dan dialog, di mana telah dibahas pentingnya bela negara, melindungi negara, dan mengembangkan negara serta menjaga stabilitas, dan pertumbuhannya.

“Juga penting hidup rukun di seluruh negara-negara peserta serta pentingnya menyebarluaskan rasa cinta perdamaian, kerja sama, saling bahu-membahu atas dasar fiqih dan legalitas agama kita yang berlandasakan kepada teks-teks agama Islam yang hanif dan ajaran-ajarannya dari para ulama salafus sholeh,” ujar Syekh Adnan kala itu.

Syekh Adnan juga berperan penting ketika Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN), Maulana Habib Luthfi bin Yahya terpilih memimpin Forum Sufi Dunia pada April 2019 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut Syekh Adnan, satu hal yang menarik dari Forum Sufi Dunia adalah bahwa pimpinan tertinggi organisasi internasional ini adalah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Rais ‘Aam JATMAN dan berkantor pusat di Indonesia.

Baca Juga :  Pelajaran dari Hilangnya Makam Ki Bagus Hadikusumo

“Mengapa memilih Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan Indonesia sebagai pemeran utamanya? Karena para masyayikh dan mufti memilihnya berdasarkan isyarah ilahiyah dan isyaroh minar Rasul SAW, sehingga pilihan itu sangat tepat,” ungkap Syekh Adnan.

Di samping itu lanjutnya, juga karena melihat kebesaran negeri Indonesia, keagungan bangsanya, serta keberhasilan JATMAN dan Habib Luthfi bin Yahya dalam mengembangkan thariqah dan dakwah untuk memperkuat eksistensi bangsa dan negara.

Karya dan pemikiran Syekh Adnan tentang penguatan kenegaraan juga sangat membantu bagi santri-santri alumni Pondok Pesantren Lirboyo untuk menyusun buku Fiqih Kebangsaan.

Baca juga : Revolusi Suriah Mengubah Hizbut Tahrir dari Gerakan Da’wah Menjadi Gerakan Jihad

Mobil Shekh Mohammad Adnan al-Afiouni Dipasang Bom

Shekh Mohammad Adnan al-Afiouni, mufti Damaskus yang juga salah satu ulama Muslim paling senior di Suriah, meninggal pada hari Kamis (22/10/2020) setelah sebuah bom yang dipasang di mobilnya meledak.

“Sheikh Mohammad Adnan al-Afiouni, mufti dari Damaskus dan daerah pinggirannya, menjadi martir setelah teroris membom mobilnya di kota Qudsaya, Damaskus,” tulis Syrian Arab News Agency (SANA), kantor berita pemerintah setempat

Media pemerintah tersebut melaporkan mobil Shekh Mohammad al-Afyouni dipasang bom. Namun, laporan itu tidak merinci tentang detail termasuk kelompok yang membunuh ulama tersebut.

Seperti diketahui, Shekh Mohammad al-Afyouni kerap memimpin salat berjamaah bersama Presiden Suriah Bashar al-Assad di beberapa kesempatan. Ulama itu pernah berkunjung ke Indonesia dan menyampaikan apresiasinya karena Indonesia mendukung pemerintah Suriah.

Kelompok pemantau krisis Suriah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan ulama itu memainkan peran kunci dalam mencapai kesepakatan rekonsiliasi antara kubu rezim Bashar Assad dengan kubu oposisi di pinggiran ibu kota, setelah perang saudara selama sembilan tahun di negara itu.

Baca Juga :  Menangkal Radikalisme Sejak dari Dalam Rumah Kita

Ini Peran Kunci Syekh Adnan Afyouni Melawan Ideologi Ekstremis di Suriah. Shekh Afyouni adalah salah satu ulama paling terkemuka di Suriah dan dunia Islam. Ia adalah anggota di Dewan Ilmiah di Kementerian Wakaf, Mufti Damaskus dan sekitarnya, serta pengawas umum Pusat Islam Internasional dalam menghadapi ekstremisme.

Menteri Wakaf, Dr. Muhammad Abd al-Sattar al-Sayed, mengatakan dalam sebuah wawancara telpon dengan TV Suriah, mengatakan bahwa sebuah alat peledak ditanam di dalam mobil Syekh Muhammad Adnan al-Afyouni, oleh para teroris.

Menteri Wakaf menyatakan “Apapun yang mereka lakukan dengan api dan kebencian, para teroris tidak akan bisa membungkam suara cinta, yang dengannya keutamaan Syekh Adnan menggema di Damaskus dan sekitarnya, bahkan seluruh Suriah.

Para teroris tidak akan bisa menghilangkan wangi Syami Islam, Islam yang sebenarnya, suara kebenaran dan moderasi Islam di dunia, yang menunjukkan bahwa Syekh Adnan yang hebat ini adalah suara kebaikan dan cinta, pilihannya mengambil posisi nasionalnya yang teguh sejak hari-hari pertama perang terhadap teroris di Suriah, tidak tergoyahkan. Ia bagai pisau belati yang memotong radikalisme dan terorisme dan para pendukungnya.

Baca juga : Habib Ali Al-Jufri: Suriah dan Libya Hancur karena Ulama Permainkan Syariat

Dr. Muhammad Abd al-Sattar al-Sayed juga mengisyaratkan bahwa perang terhadap teroris belum berakhir. Dia menjelaskan, bahwa urusan agama melalui Kementerian Wakaf dan Dewan Ulama adalah perisai yang melindungi semua lembaga agama dan masjid dari invasi ideologi radikal dan ekstrem. (ummatina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda