Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Radikalisme Menjauhkan Persaudaraan Antar Warga

Radikalisme Menjauhkan Persaudaraan Antar Warga

Page Visited: 737
Read Time:2 Minute, 5 Second

Radikalisme Menjauhkan Persaudaraan Antar Warga

Kemarin, 1 Desember 2020 telah terjadi penggerudukan oleh massa di depan rumah ibunda Mahfud MD, Menko Polhukam, di Pamekasan Madura. Peristiwa ini sangat mencekam dialami penghuni rumah, yaitu ibunda Mahfud MD yang sudah berusia 90 tahun, dan 3 perempuan lainnya. Massa yang beringas tersebut mengancam akan membakar rumah tersebut jika Habib Rizieq sampai dipenjara.

Radikalisme jelas tampak berperan dalam aksi geruduk dan ancaman membakar rumah tersebut. Nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin tidak tampak, begitlah radikalisme mengalahkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang.

Kalau dilihat dari tampilan para pelaku penggerudukan tersebut, bisa dikatakan mereka adalah umat Islam setempat, yaitu orang-orang Pamekasa sendiri, yang berarti mereka adalah tetangga sedaerah dengan rumah ibunda Mahfud MD. Secara logika sungguh tidak masuk akal mereka bisa sampai tega melakukan penggerudukan dan ditambah ancaman pembakaran yang mengerikan.

Dari fakta tersebut bisa dilihat bagaimana radikalisme menjadi sebab jauhnya rasa persaudaraan antar warga. Hal ini sangat memprihatinkan, kita berharap fenomena ini tidak berkembang menjadi gaya-gaya persekusi di tengah masyarakat. Ancaman pembakaran tersebut bisa dikategorikan tindakan teror yang benar-benar menakutkan bagi korbannya.

Baca Juga :  Tangkal Radikalisme, Berantas Paham Radikal Sampai ke Akar-akarnya
Radikalisme Menjauhkan Persaudaraan Antar Warga

Dalam merespons fenomena ancaman teror tersebut, maka upaya-upaya pencegahan harus terus dilakukan agar radikalisme dan terorisme tidak menjadi momok yang semakin sulit dibendung.

Alhamdulillah, kita punya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang merupakan sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BNPT dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Mereka selalu melakukan sosialisasi secara berkesinambungan dengan instansi Pemerintahan terkait. Hal ini dilakukan dalam upaya meminimalisir bobroknya mental masyarakat yang mudah terpengaruh atau terpapar radikalisme.

Direktur Pencegahan Radikalisme dan Terorisme BNPT Pusat menegaskan ada beberapa upaya pencegahan penyebaran radikalisme dan terorisme antara lain:

a. Menguatkan perjanjian luhur pendiri republik ini yaitu Pancasila;

b. Peningkatan wawasan kebangsaan, kualitas wawasan kebangsaan pada skala nasional sangat bergantung dari dari kualitas wawasan kebangsaan dari masing-masing daerah;

c. Berfikir integralistik, meresapi kemball cita-cita yang terkandung dalam Pancasila;

d. Membina kerukunan umat beragama, meningkatkan ketaqwaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa sesual dengan ajaran agama yang dipeluknya serta kepercayaan yang diyakininya; Meningkatkan Ketaatan pada hukum dan moral serta ajaran agama;

Baca Juga :  Awas! Propaganda Khilafah Lewat Buku Bacaan

f. Meningkatkan kemampuan berfikir rational dan kritis; Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial;

g. Meningkatkan patriotisme dan kesetiakawanan sosial.

Dengan tumbuhnya rasa persaudaraan dan gotong royong yang kuat di dalam penerapan kehidupan bermasyarakat maka diharapkan kesatuan dan persatuan akan tumbuh dan berkembang lebih baik. Sehingga paparan radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat terutama generasi muda dapat di cegah.

Bagikan ini :