Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Rahasia Perekrutan dan Doktrin HTI Dibongkar Mantan Anggota HTI

Rahasia Perekrutan dan Pendoktrinan HTI Dibongkar Mantan Anggota HTI

Page Visited: 923
Read Time:2 Minute, 16 Second

Rahasia Perekrutan dan Pendoktrinan HTI Dibongkar Mantan Anggota HTI yang Insyaf

Sejak Hizbut Tahir Indonesia atau HTI dilarang dan menjadi ormas terlarang, para simpatisan dan pengusung berdirinya negara khilafah semakin gencar mempropagandakan negara khilafah baik di media sosial maupun secara offline face to face.

Belum lama ini HTI kembali menjadi perbincangan publik setelah para anggota Banser menggrebek yayasan pendididkan yang disinyalir mengajarkan paham HTI di Rembang Pasuruan, Jawa Timur.

Beberapa hari setelah kejadian itu, mantan juru bicara HTI, Ismail Yusanto, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ayik Heriansyah mantan pengurus HTI Bangka Belitung.

Baca juga : Solusi Jitu Hentikan Gerakan Khilafah, Penjarakan Aktivis HTI

Ismail Yusanto dilaporkan ke polisi lantaran masih mengaku sebagai jubir HTI dalam unggahannya di media sosial. Padahal, ormas HTI telah dibubarkan dan resmi menjadi ormas terlarang.

Dilansir dari Pojoksatu.id, Ustaz Taufik Hamid, Mantan anggota HTI, dia mengatakan HTI sudah ada di Indonesia sejak zaman Orde Baru. Namun saat itu jumlahnya masih sangat terbatas.

Baca Juga :  Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Kisah Kematian yang Indah

“Di zaman saya masih agak terbatas karena di rezim Orde Baru kan sangat ketat, zaman Pak Harto. Tahun 1980-1996 jumlahnya masih sangat terbatas, tetapi sudah gerilya, bergerak di bawah tanah,” ucap Taufik Hamid, seperti dikutip Pojoksatu.id dari channel YouTube Khilafah Indonesia Channel, Minggu (30/8/2020).

Rahasia Perekrutan dan Doktrin HTI Dibongkar Mantan Anggota HTI
Mantan anggota HTI, Ustaz Taufik Hamid

Menurut penjelasan Taufik, pada zaman Orde Baru, para aktivis Hizbut Tahrir jarang memakai baju koko agar tidak dicurigai pemerintah.

“Dan ternyata berhasil. Artinya berhasil besar di Indonesia. Dan Indonesia termasuk negara paling akhir yang melarang keberadaan ormas itu,” tururnya.

Rahasia Propaganda dan Perekrutan HTI

Ustadz Taufik membeberkan propaganda dan rahasia HTI melakukan perekrutan di sekolah dan kampus.

Kata dia, para aktivis HTI masuk ke sekolah favorit dan kampus favorit. Di sekolah mereka aktif di organisasi Rohis (Rohani Islam). Sedangkan di kampus mereka masuk di Lembaga Dakwah Kampus (LDK).

Baca juga : Jawaban TGB atas Tuduhan Aktivis HTI “Nasionalisme Memecah-Belah Ummat”

Mereka mengincar siswa atau mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi pengetahuan agamanya kurang.

Baca Juga :  Kenapa Rakyat Indonesia Harus Mewaspadai HTI ?

“Pintar secara akademik, IQ bagus, tapi ilmu agamanya nol, itu yang paling gampang dimasuki,” ucapnya.

Di sekolah, HTI menawarkan kepada siswa untuk bimbingan belajar (bimbel) gratis. Sedangkan di kampus ‘menjual’ akhlak yang baik, sehingga para mahasiswa tertarik.

“Mereka merekrut anggota dengan cara yang lembut dan sangat perhatian,” imbuhnya.

Setelah menjadi kader, para mahasiswa kemudian didoktrin. HTI membekali kader dengan materi yang membenturkan Alquran dan Pancasila.

Ustadz Taufik memuji sistem pengkaderan yang dilakukan HTI yang mengedepankan kualitas, bukan kuantitas.

Baca juga : Tokoh HTI Dikirim ke RS Jiwa, Stres Ingin Tegakkan Negara Khilafah Islamiyyah

Dengan sistem pengkaderan yang baik, bahkan seorang pembantu rumah tangga pun sanggup menjadi pemateri, layaknya seorang akademisi.

“Asisten rumah tanggga, dibawa dari Jawa Timur ke Jakarta, tapi pola pikirnya sudah seperti akademisi,” kata ustadz Taufik. (qa/ummatina)

Bagikan ini :