Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Reinkarnasi FPI dan Bahaya Nama Baru Penggantinya

Reinkarnasi FPI dan Bahaya Nama Baru Penggantinya

Page Visited: 1842
Read Time:2 Minute, 25 Second

Ketegasan pemerintah Indonesia dalam menggebuk radikalisme dengan mematahkan jaringan terorisme afiliasi HTI ISIS Al Qaida lumayan berhasil. Setidak tidaknya jaringan pro jihadis yang menjelma menjadi ormas ormas Islam di Indonesia yang punya akar kuat geopolitik luar negeri yang ingin mengkeruhkan atau menghancurkan sendi sendi NKRI ini berangsur angsur punah.

Setelah pembubaran HTI dan di susul FPI mempunyai pengaruh yang luar biasa pada psikis sosial masyarakat semakin merasa aman dan nyaman. Hoak yang selama ini seporadis dan menggejala di ruang publik benar benar meleleh. Gerakan gerakan beringas yang dikumandangkan dengan takbir mulai terurai dan terminamalisir artinya pembubaran ormas itu melahirkan dampak positif bagi masyarakat.

Namun kita tidak boleh lalai dalam bahasa Jawa harus ” eleng LAN waspodo. Karena harakah radikal ini seperti jamur atau pete petai lamtoro setelah dibabat dia akan berpotensi tumbuh kembali setelah musim hujan turun. artinya walaupun sudah dibubarkan organisasinya namun pelakunya tetap bergentayangan jika kondisi memungkinkan guyuran donasi luar dan bohirnya akun merekonstruksi kembali gerakannya dan membuat kekisruhan lagi di Negeri ini.

Baca Juga :  Muhammadiyah Setuju Polisi Tegas Terhadap Ormas Intoleran

Buktinya ketidak terimaan mujahid 212 dan anteknya ingin membuat front front baru dengan merk lain mereingkarnasi nama FPI yan telah bubar dengan seribu nama lain. Entah front persatuan Islam atau front persatuan pejomblo Islam atau tetek bengek lain. Dan itu Hakekatnya adalah sama pelakunya aktifitasnya tujuanya walaupun namnya berbeda inipun harus dipantau bahkan harus di bubarkan juga karena legal standingnya tidak ada. bahkan dimungkinkan menjadi prospek kejahatan besar yang berbaju Agama dan sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

Mengapa berbahaya bagi keutuhan bangsa ? ya karena gerakan itu menggunakan alat agama untuk menjungkalkan pemimpin dan mengkudeta pemerintah bahkan tokoh secara personal baik dari tokoh radikalis maupun politik yang dilahirksn dari partai yang konon ditelurkan dari Pembrontak Ikhwanul Muslimin ikut angkat bicara dengan kekecewaan yang membabi buta akan pembubaran ormas FPI. Ini artinya mereka yang dibubarkan benar benar tidak ridho dan ikhlas karena dianggap menghilangkan sumber ekonomi dan mata pencaharian.

Apa upaya kita ? mari jaga negara ini dengan mengembangkan serta menginplementasikan rasa nasionalisme dan patriotisme kepada bangsa ini dengan cara yang elegan. Dan yang terpenting adalah memupuk dan dan mengentslkan hati para generasi penerus bangsa ini dengan doktrin cinta tanah air serta menjaganya dari rongrongan Negara lain serta penjajah yang ingin membumi hanguskan bangsa ini utamanya yang paling bahaya adalah dengan jargon Agama salah satunya adalah kedok khilafah.

Baca Juga :  Guntur Romli: Pandji Puji FPI sebagai Kejahatan yang Disengaja

Semoga Negara kita dan kita terlindungi dari marabahaya dan aman serta tentram dan damai seperti doanya habib Jakfar. amin.

Tentang hancurnya Negara karena hilangnya Nasionalisme simak sahabat Umar bin Khattab.

لَوْلَا حُبُّ الْوَطَنِ لَخَرُبَ بَلَدُ السُّوْءِ فَبِحُبِّ الْأَوْطَانِ عُمِرَتِ الْبُلْدَانِ

“Seandainya tidak ada cinta tanah air, niscaya akan semakin hancur negeri yang terpuruk. Maka dengan cinta tanah air, negeri-negeri termakmurkan.” (Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, juz 1 hal 17, cet. Al-Haromain) oz

Sumber: FB Abdulloh Faizin

Bagikan ini :