Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Maaher At-Thuwaibi Soni Eranata Resmi Ditahan Bareskrim, Maaher At-Thuwaibi Soni Eranata Menangis

Resmi Ditahan Bareskrim, Maaher At-Thuwaibi Soni Eranata Menangis

Page Visited: 619
Read Time:2 Minute, 22 Second

Garang di Medsos, Maaher At-Thuwaibi Soni Eranata Menangis Ketika Ditangkap Polisi

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menahan Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rutan Bareskrim sejak Jumat (04/12/2020) hingga 20 hari kedepan.

Ustadz Maaher adalah tersangka dalam kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Di media sosial beredar foto Ustadz Maaher sedang menangis sesenggukan di ruang tahanan Bareskrim, sontak hal ini menjadi hujatan nitizen. Mereka menyebut, Maaher At Thuwailibi tak gahar lagi sebagaimana ketika dia menghina dan menghujat para Ulama.

“Nada bicaranya tak lagi keras, berapi-api. Dia menjadi lembut, terkendali dan selama hampir satu jam wawancara, sedikitnya empat kali terisak,” kata Alexandre Sudrajat yang posting melalui akun facebooknya, Minggu (6/12/2020).

Sementara melalui cuplikan video wawancara yang beredar di dunia maya. Para nitizen ramai memberikan komentarnya.

“Kasian juga liat Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi nangis ditangkap polisi #TapiBoong,” ucap Mohammad Guntur Romli.

Sementara di jagat twitter, @alfonramsey mencuit ‘bercucuran deh air mata klo dah gini, coba kmaren2 klo ngomong kayak gak injek bumi lagi…. Nikmati aja bro MAMAM PENCARIANMU.’

Baca Juga :  Gus Mus Bukan Penulis Tulisan Viral "Tabiat Tak Bermartabat"

Maaher At Thuwailibi Soni Eranata Minta Berdamai

Maaher At Thuwailibi atau Soni Ernata meminta berdamai dengan Waluyo Wasis Nugroho, orang yang melaporkannya ke polisi.

Maaher mengajukan upaya berdamai itu sebelum mengajukan gugatan praperadilan atas kasus yang menjeratnya lantaran dituding menghina Kiai Nahdlatul Ulama, Habib Luthfi bin Yahya.

Kuasa hukum Maaher, Djudju Purwantoro menuturkan, gugutan praperadilan atas penetapan tersangka terhadap Maaher bisa saja dilakukan, namun pihaknya akan terlebih dahulu mengupayakan perdamaian.

“Itu sebagai salah satu hak tersangka, bisa saja kami lakukan praperadilan. Tapi yang terpenting kalo bisa dilakukan perdamaian alternate dispute solution dengan pihak pelapor itu justru lebih baik,” kata Djudju Jumat (4/12/2020).

Terlebih, Djudju berdalih bahwa kicauan Maaher di akun Twitter @ustadzmaaher_ tidak lah bermaksud menghina secara langsung kepada Habib Luthfi.

“Komentar (kicauan) beliau tersebut adalah ditujukan untuk menjawab atau merespons kepada salah satu netizen,” ujarnya.

Pada 27 November 2020 lalu, Maaher dilaporkan oleh Waluyo Wasis Nugroho ke Bareskrim Polri. Maaher dilaporkan lantaran dianggap telah melakukan penghinaan, yakni mengunggah foto Habib Luthfi dengan balutan sorban dan menyebutnya ‘cantik pakai jilbab’.

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Kini: "Sah-sah Saja Kalau Saya Ingin Jadi Presiden"

Foto Habib Luthfi tersebut Maaher unggah di akun Twitter @ustadzmaaher_ untuk mengomentari seorang warganet bernama @gunduladul.

“Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya Banser ini ya,” ujar Maaher seraya mengunggah foto Habib Luthfi yang mengenakan sorban, seperti dikutip Suara.com, Sabtu

Namun, saat ditelusuri unggahan dan kicauan tersebut telah dihapus oleh Maaher Soni Eranata.

Hanya saja, belakangan kicauan tersebut kembali diungkit oleh warganet bersamaan dengan kasus dugaan penghinaan Nikita Mirzani terhadap Rizieq Shihab.

Seperti diketahui, Maaher At Thuwailibi diciduk tim Bareskrim Polri di rumahnya di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (3/12) pukul 04.00 WIB. Maaher At Thuwailibi kemudian menjadi sorotan setelah ditangkap polisi dan menjadi tersangka atas kasus penghinaan ulama karismatik Dzurriyah Rasul, Habib Luthfi bin Yahya. (*/Okezone)

Bagikan ini :