Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Salat Jamaah di Hagia Sophia, 500 Orang Didiagnosa Terjangkit Covid-19

Salat Jamaah di Hagia Sophia, 500 Orang Didiagnosa Terjangkit Covid-19

Page Visited: 886
Read Time:1 Minute, 22 Second

Salat Jamaah di Masjid Hagia Sophia Picu Kasus Baru Covid-19 diTurki

ISTANBUL – Sejumlah pakar kesehatan menyatakan salat di di masjid Hagia Sophia telah memicu kasus baru virus corona di Turki karena berbagai langkah pencegahan tidak dilakukan secara ketat.

Sekitar 350.000 orang memenuhi masjid Hagia Sophia dan kawasan sekitarnya pada 24 Juli setelah gedung itu dikembalikan sebagai masjid setelah beberapa dekade sebelumnya sebagai museum.

Baca juga : Masjid yang Dijadikan Gereja dan Hagia Sophia yang Dijadikan Masjid

Sebanyak 500 orang jamaah di dalam masjid, termasuk anggota parlemen dan jurnalis telah didiagnosa terjangkit Covid-19. Selain itu penerapan social distancing dan pemakaian masker tidak diterapkan dengan ketat.

Jumlah kasus baru harian Covid-19 meningkat dan melebihi 1.000 kasus setelah libur Idul Adha. Keputusan pemerintah untuk tidak mengumumkan jumlah pasien di unit perawatan intensif (ICU) dan mereka yang memakai alat bantu pernapasan menambah kekhawatiran tentang jumlah kasus sebenarnya.

Profesional kesehatan yang dihubungi Arab News menyatakan pandemi memburuk pada bulan lalu dan pembukaan Hagia Sophia untuk salat tanpa pencegahan yang ketat menjadi alasan peningkatan itu.

Baca Juga :  Penelitian Temukan KDRT di AS Meningkat Selama Pandemi Covid-19

“Setelah pembukaan Hagia Sophia, kita juga mendengar banyak kasus pada para politisi,” kata seorang dokter secara anonim pada Arab News.

“Tapi ini karena mereka melakukan pemeriksaan rutin setiap tiga hari untuk memastikan mereka sehat,” papar dokter itu.

Baca juga : Hagia Sophia Baru Dibangun di Suriah dengan Bantuan Rusia

Dokter yang bekerja di rumah sakit provinsi Sivas itu menambahkan, “Jika warga biasa juga mendapat tes serupa, tingkat kasus sebenarnya akan lebih tinggi. Jika berbagai hal berjalan seperti ini, tidak akan ada orang di rumah sakit yang tak terinfeksi. Mungkin terjadi kekurangan petugas medis karena sakit atau mengundurkan diri.” (qa/ummatina)

Bagikan ini :