Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Sebarkan Ajaran HTI di FB, Warga Kalsel Divonis 2,5 Tahun Penjara

Sebarkan Ajaran HTI di FB, Warga Kalsel Divonis 2,5 Tahun Penjara

Page Visited: 3286
Read Time:1 Minute, 54 Second

Karena Sebarkan Ajaran Ormas Terlarang HTI di FB, Warga Kalsel Divonis 2,5 Tahun Penjara

DW (23), Warga Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), divonis 2,5 tahun penjara. DW terbukti menyebarkan ajaran dan paham radikal dari organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di media sosial (medsos). Bagaimana kronologi kasusnya?

Hal itu terungkap dalam putusan PN Kotabaru yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (6/11/2020). Dikutip dari detik.com, kasus bermula saat DW mem-posting sebuah tulisan dan ajaran ormas terlarang HTI di akun Facebook miliknya. Di antaranya:

6 Desember 2019
DW mem-posting:
Dalam sejarahnya yang panjang, HTI blm pernah sekalipun main kekerasan, karena memang Thariqoh dakwahnya adalah dakwah pemikiran, bukan dengan cara kekerasan.

29 Desember 2019
DW mem-posting:
dakwahnya Hizbut Tahrir memang ajaran islam… Untuk orang2 yg gila kekuasaan, tidak ingin syariat ditegakkan maka mereka akan menggunakan berbagai cara untuk menyingkirkanya.
Dan seterusnya.

27 Januari 2020
DW mem-posting:
Keikhlasan dan Kegigihan Kader-kader Dakwah HTI
Oleh: Nasrudin Joha
Saya bisa merasakan, betapa gigih dan ikhlasnya kader-kader HTI. Sejak era tahun 80-an, hingga hari ini, mereka tetap konsisten mendakwahkan ajaran Islam Khilafah.
Sejak awal hadirnya, HTI tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan, murni pemikiran dan politik. Dalam setiap isu keumatan, selain menjelaskan realitas fakta secara rinci, HTI juga selalu menawarkan solusi Islam berikut dalil-dalil rujukannya.
Dan seterusnya.

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Kini: "Sah-sah Saja Kalau Saya Ingin Jadi Presiden"

29 Januari 2020
DW mem-posting:
IYA, KAMI AGEN HTI. TERUS KENAPA?
Oleh: Arifin Alfatih (Aktifis Islam, Penulis buku “Misi Rahasia Mush’ab bin Umair”).
Jika mereka yang memperjuangkan penerapan hukum Islam kalian sebut radikal, jika yang menyuarakan penolakan anti pacaran anti zina kalian anggap melanggar hak asasi, Jika yang mendakwahkan Syariah dan Khilafah kalian sebut HTI radikal-intoleran, maka biarkan kami menerima semua tuduhan itu.. sebab cinta kami pada negeri ini, pada umat ini lebih besar dan tidak akan pernah luntur apalagi rapuh hanya karena tuduhan murahan yang kalian lontarkan.
Dan seterusnya.

Jajaran kepolisian rupanya mengendus postingan DW lewat patroli siber. Anggota Polres Kotabaru yang sedang melakukan patroli siber kemudian terus memantau pergerakan akun DW. Setelah dilakukan penyidikan, DW ditangkap dan diproses secara hukum.

Akhirnya, PN Kotabaru menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa permusuhan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antaragolongan (SARA). (*)

Bagikan ini :