Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Sejarah-Hitam-Perang-Antar-Khilafah

Sejarah Hitam Khilafah, Perang Antara Khilafah Ummayyah VS Abbasiyyah

Page Visited: 925
Read Time:1 Minute, 46 Second

Sejarah Hitam Perang Antara Khilafah Ummayyah VS Abbasiyyah

Perang yang diwajibkan oleh Allah adalah ketika “orang Islam diusir dari daerahnya sendiri hanya karena berkata tuhan kami adalah Allah”. Maksudnya adalah perang membela agama Allah. Selain dalam konteks tersebut perang adalah sesuatu yang sangat tidak dianjurkan.

Perang dalam konteks membela agama Allah adalah sesuatu yang diwajibkan Tuhan, meskipun perang juga termasuk perkara yang tidak disukai oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Al-Baqoroh, Ayat 216.

Allah berfirman, Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah suatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Walaupun perang merupakan sesuatu yang dibenci oleh manusia, akan tetapi dalam prakteknya banyak sekali peperangan yang terjadi. Kebanyakan peperangan tersebut bukan karena membela agama Allah, tetapi lebih disebabkan karena persaingan politik dan perebutan kekuasaan.

Baca Juga :  Gus Mus Heran Tak Ada Bendera Merah Putih di Alun-alun Rembang pada 17 Agustus 2020

Salah satu perang besar yang terjadi dalam sejarah peradaban Islam yang dipicu isu politik dan perebutan kekuasaan adalah Perang Zab.

Perang Zab adalah perang antara sesama umat Islam yang terjadi di pinggiran sungai Zab, daerah Irak pada tanggal 25 Januari 750 M. Perang saudara ini bisa dikatakan sebagai akhir dari masa kekhilafahan Bani Umayyah dan awal dari kekuasaan khilafah Bani Abbasiyyah.

Bagaimana Perang Zab Bisa Terjadi?

Timbulnya perang ini diawali dari ketidakpuasan rakyat kepada Khalifah Bani Umayah, yang para gubernurnya banyak melakukan tindak pidana korupsi. Para gubernur yang diangkat khalifah dianggap banyak melakukan korupsi dan hanya mementingan urusan pribadinya saja.

Perang Zab juga digerakkan oleh gencarnya propaganda bahwasanya khilafah Bani Umayah bukanlah penguasa yang sah. Karena para penguasanya bukan dari keturunan Rasulullah Saw.

Propaganda ini terus digaungkan kelompok Bani Abbasiyah untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat demi merebut kekuasaan kekhilafahan Bani Umayyah. Bani Abbasiyah juga mengklaim bahwa merekalah yang lebih layak menduduki kekuasaan karena masih kerabat dekat Rasulullah. Karena mereka merupakan keturunan dari Sayyidina Abbas yang merupakan paman Nabi Muhammad Saw.

Baca Juga :  JOKOWI AKAN TERCATAT DALAM SEJARAH ORANG BIASA BISA JADI PRESIDEN INDONESIA

Perang Zab pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok Abbasiyah. Kemenangan tersebut ditandai dengan dianggakatnya As-Saffah sebagai khalifah menggantikan Khalifah Marwan yang sekaligus menjadi khalifah terakhir khilafah Bani Umayyah.

Sejarah Hitam Perang Antar Khilafah Ummayyah VS Abbasiyah.
Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda