Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tolak Sertifikasi Dai, Anwar Abbas Ancam Mundur

Sekjen MUI Anwar Abbas Ancam Mundur Tolak Sertifikasi Dai

Page Visited: 422
Read Time:2 Minute, 7 Second

Sekjen MUI Anwar Abbas Ancam Mundur Sebagai Aksi Tolak Sertifikasi Dai

Jakarta – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengancam akan mundur dari MUI jika majelis itu menerima program sertifikasi dai yang digagas Kementerian Agama (Kemenag).

“Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerimanya maka begitu program tersebut diterima oleh MUI maka ketika itu juga saya, Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Sabtu (5/9/2020).

Anwar Abbas merasa gerah dengan cara pandang menteri agama saat ini yang menurutnya selalu meminggirkan Islam.

“Melihat sikap dan cara pandang menteri agama yang selalu bicara tentang radikalisme yang ujung-ujungnya selalu mendiskreditkan dan menyudutkan umat Islam dan para dainya,” kata dia beralasan.

Baca juga : Para Ulama Aswaja Angkat Bicara Soal Khilafah Hizbut Tahrir

Abbas pun secara tegas mengungkapkan dirinya menolak program sertifikasi dai tersebut.

“Maka saya Anwar Abbas, secara pribadi yang juga kebetulan adalah Sekjen MUI dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama yang akan melibatkan MU,” tegasnya.

Baca Juga :  Ini Kekayaan Gatot Nurmantyo sang Deklarator KAMI

Terakhir dia mengklaim bahwa pernyataannya itu sebagai pertanggungjawaban dirinya di hadapan Allah dan umat Islam.

“Demikian pernyataan sikap saya ini saya sampaikan sebagai pertanggungjawaban saya kepada Allah SWT dan kepada umat Islam di Indonesia untuk diketahui,” pungkasnya.

Urgensi Dai Bersertifikat

Setelah sempat meredup, Kemenag dikabarkan akan kembali menggulirkan program dai bersertifikasi. Pada 2019 silam, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga sudah mendukung langkah ini. Dalam suatu kesempatan ia mengatakan, program sertifikasi para dai perlu dilakukan. Menurutnya, karena para penceramah harus berkompetensi dan berintegritas.

Ma’ruf juga mengapresiasi pihak Komisi Dakwah yang telah melaksanakan program dakwah bersertifikat dalam rangka standarisasi para dai.

“Kenapa perlu distandarkan? Karena untuk dai ini diperlukan paling tidak dua hal. Pertama kompetensi, kedua integritas,” ungkap Ma’ruf saat menghadiri pembukaan Rapat koordinasi dakwah nasional, komisi dakwah dan pengembangan masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Baca juga : Kiai Dian Nafi Angkat Bicara Soal Ideologi Khilafah

Baca Juga :  Analis Politik: Gatot Nurmantyo Akan Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024

Ma’ruf khawatir, jika para penceramah tidak menguasai materi dakwah, maka para jamaah atau pendengar akan mendapatkan ilmu yang salah.

“Jangan sampai dai tidak menguasai materi yang didakwakan. Apalagi salah,” ungkap Ma’ruf.

Selain itu, para penceramah juga harus memahami isi dan makna dari ayat Alquran yang disampaikan.

“Karena itu, menjadi dai itu harus benar-benar disertifikat, standarisasi, minimal yang boleh berdakwah seperti apa. Supaya tidak berbalik. Maksudnya mengajak orang, tapi kemudian justru menimbulkan salah. Membuat orang menjadi ingkar karena dia tidak memiliki kompetensi, tidak menguasai hal-hal,” tutur Ma’ruf.

Bagikan ini :