Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Semangat Nasionalisme Vaksin Mujarab Tangkal Propaganda Khilafah

Semangat Nasionalisme Tangkal Propaganda Khilafah

Page Visited: 464
Read Time:1 Minute, 48 Second

Semangat Nasionalisme “Obat Mujarab” Tangkal Propaganda Khilafah

Sudah sering kita dengar kaum radikal pengusung khilafah mengolok-olok Pancasila. Bahwa Pancasila adalah thogut. Tujuan dari olok-olok mereka adalah untuk menggerus kecintaan anak-anak muda agar membenci idelogi Pancasila dan ujung-ujungnya melemahkan rasa nasionalisme.

Padahal yang sebenarnya adalah Ideologi Pancasila merupakan ideologi terbaik bagi bangsa Indonesia, bahkan terbaik di muka bumi karena mencakup seluruh sendi kehidupan manusia mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia wajib menerapkan dan terus mendalami falsafah Pancasila demi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, tenteram, damai, dan kuat.

Dengan memperkuat semangat nasionalisme, semua yang mencoba menggerogoti dasar negara Pancasila dan NKRI akan bisa ditangkal secara alami, karena nasionalisme sudah berurat-berakar dalam diri anak-anak bangsa.

Jadi implementasinya, kalau ada orang yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain, maka mereka kita katakan bukan WNI dan silakan keluar dari NKRI. Hal seperti pernah diserukan oleh Ibu Megawati Soekarno Putri dalam menanggapi orang-orang yang berteriak Pancasila Thogut. Inilah semangat nasionalisme yang tegas dan jelas tanpa bias apapun. Terkesan keras memang, tetapi demi menjaga tetap utuh dan tegaknya NKRI, semangat nasionalisme semacam ini meungkin perlu diterapkan.

Baca Juga :  Nusa dan Rara, Propaganda HTI Via Film Anak-anak

Dalam hal ini kita menggarisbawahi bahwa tujuan kelompok radikal yang ingin mengganti NKRI menjadi khilafah. Khilafah yang mana? Khilafah kan sudah habis, sudah tidak ada, yang ada tinggal sejarahnya. Khilafah sudah hancur pada abad ke-8 masehi, saat munculnya dinasti Bani Umayyah. Tapi saat itu bukan khilafah, tapi kerajaan (mulk).

Khilafah itu sebenarnya terjadi saat era Sahabat Nabi, Abubakar, Umar, Usman, dan Ali yang sistemnya demokrasi. Tapi setelah Muawiyyah menguasai panggung politik, itu bukan khilafah tetapi kerajaan monarkis yang absolut.

Itulah khilafah! Khilafah yang tinggal sejarah ini harus dipahami oleh seluruh anak-anak bangsa agar tidak mudah tergiur oleh propaganda khilafah yang ingin membangkitkan kembali khilafah. Jangan sampai tertipu oleh propaganda khilafah sebagaimana di Timur Tengah, di Suriah, di Irak, di Libya, dll, propaganda khilafah hanya menghasilakn kahancuran peradaban Islam.

Intinya, semangat nasionalisme anak-anak bangsa Indonesia harus terus dikobarkan dalam menghadapi rong rongan propaganda khilafah. Kita jangan sampai lengah yang taruhanya bisa kehilangan NKRI. Dan semangat nasionalisme akan menjadi “obat mujarab” dalam menagkal propaganda khilafah. (qa)

Baca Juga :  Tolak Khilafah dengan : "NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !"
Semangat Nasionalisme Vaksin Mujarab Tangkal Propaganda Khilafah.
Bagikan ini :