Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Seruan Khilafah Hanyalah Jargon Politik

Seruan Khilafah Hanyalah Jargon Politik

Page Visited: 7544
Read Time:2 Minute, 6 Second

Seruan Mendirikan Negara Khilafah Hanyalah Jargon Politik untuk Merebut Kekuasaan

Untuk mengawali tulisan ini, kita akan bahas sedikit tentang pembahasan Khilafah yang disampaikan Habib Ali Al-Jufri. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya beliau membahas mengenai hal ini. Beberapa waktu lalu beliau pernah menyinggung masalah Khilafah dalam pertemuan bersama para ulama di Ponpoes Alfachriyah Tangerang, Jum’at 13 April 2018.

Waktu itu Habib Ali Al-Jufri menyampaikan, “Siapapun orang yang mengajak kalian untuk mendirikan Khilafah maka jangan kalian ikuti! Baik ia dari Arab, Turki, atau dari manapun. Mereka hanya ingin merebut kekuasaan dengan memanfaatkan ghirah (semangat) dan kecintaan kalian kepada agama.“

Habib Ali lalu mengatakan, “Kami datang dari tanah yang sedang hancur dan terbakar oleh konflik (maksudnya Timur Tengah).”

Jadi mari kita belajar dari pengalaman, Khilafah yang dikampanyekan sebagian golongan di Indonesia sekarang ini bukan hal yang baru. Sebelumnya sudah banyak yang “jualan” Khilafah di Timteng sana dan gagal total, hanya menghasilkan kehancuran peradaban di Timur Tengah.

Baca Juga :  Benarkah Khilafah Ala HTI Sama dengan Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah ?

Seruan khilafah di Timur Tengah hanya memicu berkobarnya konflik berkepanjangan, kekacauan dan kehancuran peradaban! Karena semua hanya ingin merebut kekuasaan. Pada intinya mereka hanya ingin berkuasa, bukan ingin menegakkan hukum Islam.

Meskipun Berbeda, HTI dan Jihadis Sama-sama Ingin Mendirikan Negara Khilafah

Agak berbeda dengan gerakan jihadis di Timur Tengah, HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia, merupakan organisasi gerakan yang mencoba untuk mendirikan kembali Khilafah melalui jalur politik yang dikamuflase dalam bentuk dakwah. Organisasi ini berkeyakinan dengan menguasai panggung politik di parlemen, maka mereka akan dengan mudah merubah sistem demokrasi menjadi sitem Khilafah tanpa perlu angkat senjata (perang) sebagaimana yang dilakukan oleh para jihadis di Timur Tengah.

Dengan kata lain, kelompok HTI ini tak ubahnya penumpang gelap yang mencoba untuk ‘bersahabat’ dengan sistem sekulerisme atau demokrasi. Sesuatu yang justru agak berbeda dengan ISIS maupun kelompok jihadis lainnya yang kontra dengan berbagai ideologi selain syari’at Islam.

Itulah kenapa di kalangan simpatisan ISIS, organisasi HTI sering menjadi bahan olok-olok. Sebab di saat ISIS berhasil mendeklarasikan Khilafah Islamiyah dengan mendaulat Abu Bakar Al Baghdady sebagai Amirul Mukminin, HTI yang selama ini getol jualan isu Khilafah masih saja hanya bisa koar-koar tanpa hasil.

Baca Juga :  Kisah Ayah Berjuang Sembuhkan Anaknya dari Racun Doktrin Khilafah HTI

Hal ini menjelaskan bahwa antara kelompok-kelompok jihadis dan HTI sama-sama menjual isu Khilafah, namun antara khilafah ISIS dan khilafah HTI tidak sama. Bahkan meskipun suara kelompok HTI begitu nyaring di mana-mana dengan produk jualannya (Khilafah), namun hingga detik ini pun nyaris kita tidak pernah tahu seperti apa bentuk khilafah sesungguhnya yang mereka perjuangkan. Khilafah HTI tidak lebih hanya sebatas imajinasi belaka, atau sekedar jargon politik yang dijadikan kendaraan merebut kekuasaan. (qa)

Seruan Mendirikan Negara Khilafah Hanyalah Jargon Politik untuk Merebut Kekuasaan, Bukan untuk Menegagkkan Islam.
Bagikan ini :