Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Mengenal Kelompok-kelompok Radikal yang Saling Klaim paling Benar

Sesama kelompok Radikal yang Saling Klaim Paling Benar

Page Visited: 784
Read Time:2 Minute, 26 Second

Ternyata Sesama Kelompok Radikal yang Saling Serang karena Merasa Paling Benar

Pada tahun 2014-2015, di pinggiran kota Aleppo dan Idlib sering terjadi pertempuran sengit sesama anggota kelompok radikal. Mereka “Gerakan Noureddin Az-Zenki” melawan petempur Jabhat An-Nusra berebut kekuasaan.

Petempur Jabhat An-Nusra menyita banyak senjata dan kendaraan, dan menewaskan sejumlah gerilyawan dari Gerakan Noureddin Az-Zenki, juga menangkap sebagian anggota gerakan itu. Penyebabnya karena mereka merasa paling benar dan paling berhak menguasai suatu wilayah. Padahal mereka konon berjihad atas nama Islam dan sama-sama punya missi menegakkan syariat Islam.

Seiring berjalannya waktu, kelompok-kelompok radikal dan teroris di Suriah kian tak berkutik dan terus menelan kekalahan dalam berperang melawan pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya. Kelompok-kelompok radikal yang sama-sama berhaluan Wahhabi Takfiri itu sering dikabarkan berkonsolidasi satu sama lain untuk memperbesar kekuatan melawan pasukan Suriah, tapi fakta di lapangan sesama kelompok radikal itu tetap bersaing adu pengaruh dan memandang satu sama lain saling curiga karena dipicu sedikit perbedaan pandangan.

Akibatnya, tak jarang terjadi aksi saling teror sesama teroris. Perang sesama mereka bahkan terkadang tak kalah serunya dengan perang mereka melawan Pasukan Arab Suriah (SAA) yang membela pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Dalam setiap beberapa waktu selalu ada anggota dan pemuka teroris yang tewas diserang orang tak dikenal atau terbunuh dalam kontak senjata sesama teroris.

Dalam hal ini, IRNA, Rabu (22/6/2016) menyebutkan contoh beberapa kasus saling serang sesama radikalis dan teroris yang terjadi ketika itu sebagai berikut:

– Kelompok teroris Jabhah al-Nusra (JN) menuding kelompok teroris Ahrar Sham telah meneror Abu Saqar al-Homsi. JN mengingatkan Ahrar Sham agar berhenti melakukan tindakan seperti ini.

– Setelah Ahrar Sham berusaha meneror Soleiman Abu Amin, JN mengempung kawasan pasar pusat Ariha di pinggiran Idlib dan menempatkan 100 teroris anggotanya di sana.

– Safar al-Safar, petinggi JN, diteror oleh orang tak dikenal di kawasan al-Sabal di pinggiran Idlib.

– Peledakan bom mobil yang menewaskan seorang komandan Ahrar Sham di kawasan Asmah di utara Idlib.

– Pertempuran sengit kelompok teroris Liwa Salahuddin melawan kelompok-kelompok teroris lain menyusul terjadinya upaya teror terhadap Marwan al-Hariri, salah seorang koman Liwa Salahuddin di kawasan Saida di pinggiran Daraa.

– Serangan teror terhadap kolonel desersi Suriah yang menjadi salah satu komandan JN di Daraa sehingga dia dilarikan ke sebuah rumah sakit di Yordania.

– Serangan terhadap Abu Muhammad al-Turkamani, perwira desersi Suriah yang menjadi komandan Brigade Saif al-Sham hingga dia menderita luka-luka di kawasan Tel Shahab di pinggiran Daraa.

– Bom rakitan yang dipasang di sebuah mobil brigade keamanan JN di kota Idlib meledak dan menewaskan tujuh anggota JN dan melukai 10 lainnya, termasuk teroris non-Suriah, di kota Idlib.

Perseteruan sesama radikalis dan teroris adalah hal biasa di berbagai kawasan Suriah. Dalam beberapa tahun eksistensi mereka di Suriah, serangan teror menyasar para komandan teroris di berbagai kawasan pendudukan masing-masing.

Akibat sering terjadi serangan demikian, warga sipil bahkan tak berani melintas di dekat markas-markas kaum radikal dan teroris tersebut.

Mengenal Kelompok-kelompok Radikal yang Saling Klaim paling Benar
Bagikan ini :