Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Soal Deklarasi KAMI Kenapa Ditolak

Soal Deklarasi KAMI yang Ditolak di Mana-mana

Page Visited: 857
Read Time:1 Minute, 28 Second

Sekelumit Catatan Soal Deklarasi KAMI yang Ditolak di Berbagai Daerah

Tulisan ini hanya catatan kecil menanggapi persoalan Deklarasi KAMI yang ditolak di berbagai daerah sebagaimana yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Terkait penolakan deklarasi KAMI khususnya di Surabaya, hal ini karena adanya seruan yang mengajak masyarakat Jatim untuk menjaga suasana peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan khidmat.

Terkait hal itu warga Surabaya mengarahkan suasana yang harus dibangun sebagai bangsa yang selalu mengingat sejarah dan tidak meninggalkan sejarah. Yaitu salah satunya dengan menjaga suasana peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan khidmat.

Kemudian alasan lain kenapa deklarasi KAMI ditolak karena pada masa sekarang ini siapapun agar tidak mudah terpancing dan reaksioner. Semua bisa dimusyawarahkan sesuai nilai Pancasila. Semua aspirasi dan konstribusi anak bangsa harus diapresiasi.

Terkait adanya komponen masyarakat yang tidak sepakat dengan pola pergerakan KAMI, hendaknya pihak KAMI tetap berbesar hati dan tetap menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

Baca Juga :  Ternyata Presidium KAMI Gatot Nurmantyo Lebih Tajir dari Prabowo

Terkait Deklarasi KAMI, ada pesan dari mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar kepada deklarator KAMI Gatot Nurmatyo: “Jika Pak Gatot ingin membangun gerakan moral sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap bangsa, itu. Namun mohon harus betul-betul gerakan moral, jangan menjadi suatu gerakan politik. Gerakan moral itu tentunya harus diikuti dengan moral yang tinggi.”

Dari pesan tersebut bisa digaris-bawahi, bahwa pesan Agum Gumelar menegaskan agar gerakan moral memperjuangkan aspirasi masyarakat harus jelas, tidak mencampur-adukkan gerakan moral dengan gerakan politik.

Dalam kondisi sulit, negara yang sedang dilanda serangan virus Corona dan resesi ekonomi, pihak-pihak yang menolak deklarasi KAMI rasanya sangat pas ketika mengajak untuk bersama-sama mengatasi persoalan pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi di depan mata.

Oleh karena itu, semua inisiatif komponen masyarakat atau kelompok masyarakat untuk membangun negeri ini perlu untuk diapresiasi dan dihargai. Jangan sampai nafsu politik malah justru akan menimbulkan kegaduhan dan perpecahan bangsa. (ummatina)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda