Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

ARGUMEN MENJIJIKKAN KHILAFAH TAHRIRIYAH YUSANTO-IYAH

Solusi Jitu Hentikan Gerakan Khilafah, Penjarakan Aktivis HTI

Page Visited: 8459
Read Time:2 Minute, 2 Second

Penjarakan Aktivis HTI Solusi Jitu untuk Hentikan Gerakan Khilafah

Jakarta – Sudah 3 tahun lebih sejak 19 Juli 2017, Badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dicabut oleh pemerintah, karena gerakan mereka sangat membahayakan sekali bagi kedaulatan bangsa dan negara Indonesia yang sangat majemuk. Namun, hingga kini ideologi HTI masih terus menjadi ancaman bagi tetap tegaknya NKRI.

Ideologi HTI yang mengusung tegaknya Khilafah di Indonesia masih terus disebarkan oleh aktivis-aktivis eks-HTI yang kini masih bebas berkeliaran. Salah satunya melalui buku ‘Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi’i’ yang sudah terbit dan diedarkan sejak 11 Juli 2019 oleh penerbitnya, Penerbit Quwwah.

Baca juga : Jawaban TGB atas Tuduhan Aktivis HTI “Nasionalisme Memecah-Belah Ummat”

Mantan Koordinator HTI Babel 2010 yang kini menjadi Pengurus NU di Jawa Barat, Ayik Heriansyah mengatakan, kegigihan para aktivis eks-HTI mengelabui warga NU sangat luar biasa. Pencabutan badan hukum HTI, menurut Ayik Heriansyah, dijadikan peluang dan tantangan oleh para aktivis eks-HTI untuk menyebarkan pahamnya dengan jalan bawah tanah.

Baca Juga :  Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Meskipun HTI sudah dibubarkan, Ayik menegaskan, sampai sekarang dirinya tidak pernah menggunakan istilah Eks HTI. Menurutnya HTI tidak akan mati. HTI dapat mati hanya jika aktivisnya ganti ideologi atau orang-orangnya mati.

“Makanya saya tidak pernah menggunakan istilah eks HTI karena HTI tidak akan mati kecuali aktivisnya ganti ideologi atau mati,” ujar Ayik seperti dilansir Dutaislam.com, setahun lalu, Kamis (18/07/2019).

ARGUMEN MENJIJIKKAN KHILAFAH TAHRIRIYAH YUSANTO-IYAH

Menurut pandangan Ayik, satu-satunya cara untuk menghentikan gerakan HTI ialah memenjarakan para aktivis dengan kasus makar. Hal ini sebagaimana telah dilakukan negara-negara di mana Hizbut Tahrir telah lebih dulu dibubarkan. Jika tidak dilakukan pemenjaraan, maka pencabutan badan hukum HTI tidak akan ada artinya.

“Cara tercepat untuk menghentikan gerakan HTI adalah memenjarakan mereka dengan kasus makar. Kalau tidak dipenjara, pencabutan badan hukum tidak ada maknanya bahkan mereka makin menggila,” tegas Ayik Heriansyah.

baca juga : Tokoh HTI Dikirim ke RS Jiwa, Stres Ingin Tegakkan Negara Khilafah Islamiyyah

Buku “Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi’i” Terbitan HTI

Buku ‘Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi’i’ yang diterbitkan Penerbit Quwwah mulai disebarkan 13 Juli 2019 (sebagaimana catatan posting melalui aku Fanpage Facebooknya). Buku tersebut ditulis Abdurrahman al-Khaddami dan disunting Abu Fursan.

Baca Juga :  Wasekjen MUI Najamuddin Ramli Itu Pendukung Khilafah, Pantas Sudutkan Banser

Di antara isi buku tersebut membahas: Definisi Khilafah (Imamah) hal 48, Kewajiban Menegakkan Khilafah (Imamah) hal 59, Ijmak Sahabat Mengenai Khilafah (Imamah) hal 62, Pelaksanaan Fardhu Kifayah Terkait Khilafah (Imamah) hal 67, Fungsi Khilafah (Imamah) hal 73, Syarat Khalifah/Imam hal 83, dan Darul Imam dan Darul Islam hal 98. (qa/ummatina)

Bagikan ini :