Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Syekh Ali Jaber Ingatkan Para Dai Tidak Sebar Provokasi dan Ajak Satukan Ummat

Syekh Ali Jaber Ingatkan Para Dai Tidak Sebar Provokasi dan Ajak Satukan Ummat

Page Visited: 1278
Read Time:1 Minute, 39 Second

Syekh Ali Jaber, ulama kelahiran Arab Saudi, mengajak semua pendakwah atau para da’i untuk menyampaikan dakwah yang baik dan bisa menyatukan umara dan ulama dan tidak menyalahgunakan ruang dakwah yang diberi kesempatan luas oleh pemerintah Indonesia.

Menurut Syekh Ali Jaber, Indonesia memberikan kesempatan yang luas kepada para dai untuk berdakwah. Bahkan, kata Syekh Jaber, Indonesia juga menyediakan banyak kenikmatan dibandingkan dengan kehidupan di negara-negara lain.

Setiap pemerintahan di Indonesia memperhatikan kehidupan beragama masyarakatnya. Majelis taklim tumbuh subur, masjid dan musala di mana-mana. Demikian Syekh Jabir menyebut sebagian nikmat tersebut.

“Di sini aman, nyaman, kebebasan berpendapat terjamin dengan baik. Jadi tinggal kita para dai memanfaatkan, dan jangan sampai menyalahgunakannya,” kata Ali Saleh Mohammed Ali Jaber kepada tim Blak-blakan seperti dikutip dari detik.com saat ditemui di kediamannya, Minggu pagi (20/9/2020).

Sebelumnya, penceramah kelahiran Medinah itu menjadi perhatian publik setelah ditusuk Alpin Andrian saat tengah menyampaikan tausyiah di Lampung, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga :  Kapal Selam Buatan Indonesia Bikin Geger Negara-negara ASEAN

Walaupun harus mendapat sepuluh jahitan di bagian lengan kanannya, semangat dakwah Syekh Ali Jaber tak surut. dia kembali berdakwah ke Malang dan Jember di Jawa Timur, dan Indramayu – Jawa Barat.

“Saya cukup lebih berhati-hati saja, bukan saya tidak punya takut. Kalau tidak (punya) takut itu malah harus diperiksa jiwanya,” Syekh Ali Jaber berseloroh.

Syekh Ali Jaber mengajak para dai di tanah air untuk memanfaatkan kondisi dan berbagai fasilitas yang ada dengan menyampaikan pesan-pesan dakwah yang baik. Materi dakwah yang dapat menyatukan umaro (pemerintah) dan ulama, bersinergi.

Sebagai ulama, kata Ali Jaber, tak mungkin terbebas dari kekurangan dan kesalahan, demikian juga pemerintah. Karena itu daripada terus-menerus mempersoalkan kekurangan alangkah baiknya juga membahas dan menghargai hal-hal positif.

“Dari para pejabat, pemerintah, ulama, saya yakin punyak banyak hal positif. Kenapa kita cuma melihat kekurangan dan yang negatif saja?” ujar Syekh Ali Jaber.

Kalau kita semua fokus mensyukuri nikmat, ia melanjutkan, kita tidak akan punya waktu untuk melihat kekurangan. “Sayangnya di antara kita seringkali lupa bersyukur dan lebih suka mengkritisi kekurangan,” imbuhnya. (qa)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda