Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tahukah Anda, Ternyata ISIS Itu Bukan Islam

Tahukah Anda, Ternyata ISIS Itu Bukan Islam?

Page Visited: 459
Read Time:2 Minute, 22 Second

ISIS itu bukanlah Islam, ISIS tidak lebih dari gerakan teror yang mengatas-namakan Islam. Pada bulan November 2015, eksistensi ISIS pernah dipertanyakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertanyaan ini muncul karena sebagai kelompok gerakan yang mengatasnamakan Islam, organisasi yang dibidani Abu Umar al-Baghdadi itu tak pernah membela Palestina.

Din Syamsuddin yang ketika itu sebagi orang penting di MUI, mengakui bahwa kelompok ISIS sama sekali tidak mewakili umat Islam. Selain itu, MUI juga melihat aksi teror di Paris pada 13 November 2015 oleh ISIS, hanya dijadikan alasan bagi Prancis untuk terjun ke perang di tanah Suriah dan Irak.

Fakta lain bahwa ISIS bukanlah Islam, kelompok teroris ISIS tersebut, Sabtu (26/12/2015), mengumumkan bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas pemboman yang menargetkan sebuah masjid di Bangladesh, setelah sebelumnya mengumumkan bahwa mereka juga yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan yang terjadi di negara itu.

Polisi Bangladesh menyatakan bahwa serangan tersebut memang menargetkan jamaah saat sedang shalat Jumat. Jadi, berdsarkan fakta ini benarlah bahwa ISIS bukanlah Islam.

Baca Juga :  Turki Tak Mau Khilafah, Kok Kalian Bilang di Indonesia Wajib Khilafah?

ISIS adalah gerombolan perampok berbaju Islam. Pernah terjadi pada Oktober 2015, sebuah kelompok yang mengatasnamakan Islam yang terdiri dari delapan orang, menghadapi sidang pengadilan di Cologne, Jerman, dengan tuduhan membobol sekolah dan gereja lalu mengirimkan uang yang mereka curi ke Suriah untuk mendukung perjuangan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Pada pertengahan Agustus 2016, ribuan dokumen ISIS yang bocor menunjukkan bahwa kebanyakan militan yang bergabung ISIS tidak paham akan ajaran agama Islam. Beberapa dokumen menunjukkan bahwa sebagian dari mereka adalah orang-orang yang baru masuk Islam yang belajar agama hanya secara online, beberapa mualaf Inggris bahkan membeli al-Quran dari toko online Amazon.

Sekitar 70% dari penganut baru itu hanya sedikit mengetahui hukum-hukum dasar syariah, 24% mengklaim agak paham dan 5% mengatakan pemahaman mereka sudah “maju.” West Point Combating Terrorism Center menerbitkan sebuah studi yang mengatakan bahwa semakin anggota ISIS itu tak paham agama, semakin besar kemungkinan mereka untuk melakukan bom bunuh diri.

Baca Juga :  Rusia Tangkap Para Donatur ISIS
Tahukah Anda, Ternyata ISIS Itu Bukan Islam?

Kemudian pada pertengahan Juli 2017, ada tiga wanita Indonesia berada di antara banyak wanita asing yang melarikan diri dari para militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Raqqa, Suriah. Tiga wanita Indonesia yang mengungsi ke sebuah kamp di Ain Issa, mengaku dibohongi kelompok ekstrimis ISIS tersebut.

Ketiga wanita Indonesia itu adalah Rahma, Fina, dan Noor. Mereka adalah tiga bersaudara yang mengaku tidak serius dinikahi militan ISIS. Menurut mereka, para militan ISIS bukanlah “muslim” seperti yang mereka percaya sebelumnya. Orang-orang ISIS hanya menginginkan wanita dan seks, itulah pengalaman tiga wanita Indonesia tersebut.

Bahkan banyak fakta di negara ISIS wanita diperkosa dan dijadikann budak seks oleh militan ISIS. Jadi, apakah Islam seperti itu, sama sekali tidak.

Melihat fakta-fakta kejahatan dan kekejaman tersebut dapat disimpulkan bahwa ISIS memang bukanlah Islam. Islam mengajarkan kasih sayang, dan tidak pernah mengajarkan aksi teror, pembunuhan, pemerkosaan, semua kejahatan ini sangat jauh dari nilai-nilai ajaran Islam. (*)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda