Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tahun 2024, Tahun Tegaknya Khilafah Islamiyah di Indonesia

Tahun 2024, Tahun Tegaknya Khilafah Islamiyah di Indonesia?

Page Visited: 5203
Read Time:2 Minute, 30 Second

Tahun 2024 Diyakini Tahun Tegaknya Khilafah Islamiyah di Indonesia

Apakah anda masih ingat fenomena hijrah ke negara khilafah ISIS? Keinginan beberapa orang yang berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS, tentu tidak bisa semata diukur secara parsial melalui janji-janji perubahan hidup yang lebih baik. Dalam fenomena tersebut terdapat unsur fundamental yang mendorong seseorang rela meninggalkan kehidupan mapan di negara asalnya, yakni dorongan narasi romantisme akan kejayaan Khilafah Islamiyah.

Dan tentu, Suriah sebagai panggung khilafah terkini (sekarang sudah nyaris runtuh lagi), keberadaannya seolah menjelma sebagai arena untuk bernostalgia, mengenang kembali di mana ada masa kejayaan pemerintahan Islam, pernah ada masa-masa itu berabad-abad silam lamanya. Sebuah era yang dinarasikan di mana seekor serigala pun bisa menjadi vegetarian dan enggan menyantap domba yang ada di hadapannya.

Baca juga : Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Habib Ali Al-Jufri: “Tinggalkan Omong Kosong Khilafah”

Tahun 2024 Diyakini Tegaknya Khilafah Islamiyah

Keyakinan orang-orang pada kekhilafahan di Suriah tentu bukan sebatas mengikuti gelombang arus atau taklid buta. Namun, mereka punya dasar argumentasi yang menjadi sandarannya.

Baca Juga :  Mencegah Radikalisme Masuk Lingkungan Sekolah

Baca juga : Para Ulama Aswaja Angkat Bicara Soal Khilafah Hizbut Tahrir

Di antaranya, Imam As suyuthi dalam bukunya berjudul Tarikh khulafa’ menuliskan sebuah catatan yang dinukil dari Ibnu Khatim dalam tafsirnya tentang sebuah Atsar dari sahabat Nabi, Abdullah Bin Amru Bin Ash, “Tidak ada dalam seluruh perhitungan waktu sejak dunia ini ada, kecuali akan selalu terjadi suatu yang yang sangat mengemparkan di ujung seratus tahun.”

Secara sederhana, jika keruntuhan Khilafah Islamiyah terakhir terjadi pada 1924. Maka dalam seratus tahun berikutnya yakni di tahun 2024, khilafah akan kembali muncul. Sementara khilafah yang ditawarkan oleh ISIS di Suriah pertama kali dideklarasikan dalam pertengahan 2014 lalu.

Karena itulah, ini menjadi dasar asumsi atas keyakinan banyak kalangan percaya pada kelompok ISIS sebagai cikal bakal lahirnya Khilafah Islamiyah. Tetapi, sebelum 2024 ISIS sudah diproklamirkan sebagai negara khilafah secara dini oleh Abu Bakr Al-Baghdadi, dan kini negara khilafah ISIS nyaris habis wilayah kekuasaanya, baik di Suriah mapun di Irak.

Baca Juga :  Benarkah Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara Terkait Dinasti Usmaniyah di Turki ?

Walau apapun yang terjadi, para pengusung sistem negara khilafah di Indonesia masih terus bermimpi mendirikan negara khilafah. Terutama Eks HTI masih tetap bergairah dengan mimpinya tersebut. Bahkan percikan-percikan noda pada kebhinnekaan kita akibat ulah pengusung khilafah ini sering menggangu rasa persatuan Indonesia.

Baca juga : Impian Mendirikan Khilafah Diupayakan oleh Mereka yang Tidak Mengerti Islam

Melihat kenyataan ini, tentu bukan pekerjaan mudah bagi pemerintah untuk ‘membersihkan’ noda pada kebhinnekaan yang sudah dirajut para pendiri bangsa. Tidak ada cara lain kecuali negara harus tegas terhadap mereka yang coba-coba mewujudkan ide-ide melenceng yang membahayakan tetap tegaknya NKRI.

Karenanya, negara tidak boleh kalah dalam berbagai doktrin yang berpotensi merusak sendi-sendiri kerukunan dalam berbangsa. Karena jika pemerintah lengah, maka bukan tidak mungkin akan benar-benar memunculkan kembali tuntutan umat secara besar-besaran terhadap tegaknya sistem khilafah, dan ini akan menjadi catatan atas kegagalan negara mencegah terjadinya hal itu.

Intinya adalah waspadalah, waspadalah, secara sembunyi dan terang-terangan mereka kompak cancut taliwondo, bersiap-siap mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menyambut tegaknya khilafah tahun 2024.

Bagikan ini :