Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tak Ada Kriminalisasi Ulama, Mereka Dihukum karena Tindak Pidana

Tak Ada Kriminalisasi Ulama, Mereka Dihukum karena Tindak Pidana

Page Visited: 1394
Read Time:1 Minute, 31 Second

Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi Ulama, Mereka Dihukum karena Lakukan Kejahatan

Mahfud MD, Menko Polhukam membantah dan menegaskan di Indonesia tak ada kriminalisasi terhadap ulama. Menurutnya, para ulama yang menjadi terseret kasus hukum, diproses secara hukum lantaran mereka melakukan tindak pidana. Bukan karena berbeda pandangan politik dengan pemerintah.

“Ayo, sebut satu saja kalau ada ulama yang dikriminalisasi. Ketahuilah, mereka yang dihukum itu karena tindak pidana, bukan karena ulama. Masak, melakukan kejahatan tidak dihukum?” kata Mahfud Md seperti dikutip dari Liputan6.com, Jakarta, Kamis (24/12/2020).

bzcz juga: Dari Intoleransi ke Radikalisme, Akhirnya Menjadi Terorisme

Dia lalu menyebut beberapa nama yang kerap disebut sebagai ulama dan memiliki masalah hukum. Salah satunya yakni, Abu Bakar Baasyir yang dinyatakan terlibat dalam kasus terorisme.

“Dia itu dijatuhi hukuman ketika Ketua Mahkamah Agung dikenal sebagai tokoh Islam yakni, Bagir Manan. Tak mungkin Pak Bagir membiarkan kriminalisasi ulama, jika tak ada bukti terlibat terorisme,” tutur Mahfud Md.

Baca Juga :  Aneh, Kenapa Hasil Swab Habib Rizieq Ditutup-tutupi?

Mahfud juga menyebut ulama asal Manado, Bahar bin Smith dihukum karena melakukan penganiyaan berat. Bukan karena telah menghina pemerintah atau menyebarkan ujaran kebencian.

Begitu pula dengan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang kini terseret masalah hukum. Adapun Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan dan kini ditahan di rutan Polda Metro Jaya.

“Rizieq Shihab? Dia tak pernah dihukum atau ditersangkakan karena politik atau kehabibannya. Tetapi karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana umum,” ujar Mahfud Md.

Baca Juga: Di Indonesia Tak Ada Islamofobia dan Kriminalisasi Ulama

Sementara itu, kata dia, Sugik Nur Raharja atau Gus Nur ditetapkan tersangka karena kasus ujaran kebencian secara terbuka. Semua orang tahu kejahatannya. Selain itu, Mahfud menuturkan Sugik bukanlah seorang ulama.

“Tak ada kriminalisasi ulama di Indonesia sebab selain ikut mendirikan Indonesia dulu, saat ini para ulama lah yang banyak mengatur, memimpin, dan ikut mengarahkan kebijakan di Indonesia,” tutur Mahfud MD. (*)

Bagikan ini :