Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tak Punya Partai Nebet Nyapres, Gatot Paling Mentok Jadi menteri

Tak Punya Partai Nebet Nyapres, Gatot Paling Mentok Jadi menteri.

Tak Punya Partai Ngebet Nyapres, Gatot Nurmantyo Paling Mentok Jadi Menteri

Page Visited: 510
Read Time:1 Minute, 30 Second

Ngebet Nyapres tapi Tidak Punya Parpol, Gatot Nurmantyo Paling Mentok Cuma Jadi Menteri

JAKARTA – Gatot Nurmantyo (GN), Inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) digadang-gadang akan ikut meramaikan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Bahkan sejumlah pihak menganggap mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sudah ‘kebelet nyapres’. Hal itu terlihat dari berbagai manuver yang tengah dilakukan Gatot lewat KAMI sejak Agustus lalu.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menegaskan, boleh-boleh saja Gatot mengikuti kompetisi secara elektoral. Karena setiap warga negara memang berhak dipilih dan memilih dalam rangka ikut serta membangun bangsa.

Baca juga: Presidium KAMI dan Ummat 212 Akan Bergabung ke Partai Ummat?

Tetapi menurut Fadhli, sulit bagi Gatot Nurmantyo dapat mencalonkan diri di Pilpres 2024 tanpa modal dukungan partai politik (parpol).

“Itu syarat mutlak menjadi capres, UU mengatur itu. Pilihannya GN masuk partai atau mendirikan partai,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (5/10/2020).

Di samping itu, GN tidak hanya harus mendapat dukungan parpol tetapi juga harus mencapai presidential threshold (PT).

Baca Juga :  Di Tengah Hiruk-pikuk Deklarasi KAMI, Empat Terduga Teroris Ditangkap di Bekasi

“Konteks Pilpres 2024, GN harus meyakinkan beberapa parpol agar dapat memenuhi PT 20%. Ini sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Syukur kalau peninjauan RUU PT ini dikabulkan, ada sedikit keringanan dan kemudahan,” terangnya.

Baca juga : Kini Din Syamsuddin Presidium KAMI, Dulu Bangga dan Siap Jadi Cawapres Jokowi

Persolannya kemudian, lanjut Fadhli, GN harus bersaing dengan kader partai yang tidak kalah populer, memiliki aksepabilitas, kapabilitas dan berpengalaman memimpin birokrasi daerah.

“Kita tidak sedang berandai-andai. Tentu parpol akan lebih memprioritaskan kadernya sendiri untuk maju,” imbuhnya.

Terkait hal itu, analis politik asal UIN Syarif idayatullah Jakarta ini menyarankan agar Gatot segera mendirikan parpol atau setidaknya masuk parpol menengah bawah yang sudah ada.

“Dengan begitu masih banyak waktu mengkonsolidasikan barisan menuju 2024. Kalau tidak begitu GN hanya berpeluang ditunjuk jadi Menteri, itu juga kalau pasangan yang diusung menang pemilu,” pungkas dia. (*)

Bagikan ini :