Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ternyata Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S-PKI

Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S/PKI

Ternyata Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Film G30S/PKI

Page Visited: 684
Read Time:2 Minute, 3 Second

Ternyata, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Diganti Bukan karena Perintah Nobar Film G30S/PKI

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melalui akun Youtube Hersubeno Point menyebut pergantian dirinya sebagai panglima TNI kala itu akibat dia memberi perintah “nonton bareng film G30S PKI”.

Menurut pengakuan Gatot Nurmantyo, ada seorang politikus PDI Perjuangan mengingatkannya untuk menghentikan perintah nobar film G30S PKI.

Klaim Jendral Gatot Nurmantyo ini dibantah Politikus PDIP TB Hasanuddin. Menurutnya, pergantian jabatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI tidak ada kaitannya dengan perintah nonton bareng G30S PKI. Dia mengatakan pergantian jabatan saat itu karena habis masa jabatannya.

“Tak ada hubungannya sama sekali. Yang bersangkutan memang sudah mendekati selesai masa jabatannya dan akan segera memasuki masa pensiun,” kata Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Kamis 24 September 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini memaparkan Gatot pensiun pada tanggal 1 April 2018. Gatot Nurmantyo, kata dia, naik menjadi Panglima TNI pada tanggal 8 Juli 2015 dan pergantian Panglima TNI dilakukan pada tanggal 8 Des 2017.

Baca Juga :  Habib Muannas: Para Penyebar Paham Anti Pancasila Seharusnya Ditangkap

“Kalau dihitung setelah selesai melaksanakan jabatan jadi Panglima TNI, masih ada sisa waktu 3 bulan sampai dengan akhir Maret, tapi itu hal yang lumrah. Tidak harus lepas jabatan itu tepat pada masa pensiun, banyak perwira tinggi sebelum pensiun sudah mengakhiri jabatannya ,” tutur TB Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, mengacu pada Pasal 13 UU TNI nomer 34 tahun 2004, ayat (1) TNI dipimpin oleh seorang Panglima. Kemudian pada ayat (2) berbunyi : Panglima sebagaimana di maksud pada ayat 1 diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah persetujuan DPR.

TB Hasanuddin mengatakan, pengangkatan Jendral Gatot Nurmantyo itu dengan persetujuan DPR, dan pemberhentian pun atas persetujuan DPR juga.

“DPR, ketika itu telah menyepakati untuk memberhentikan yang bersangkutan dan mengangkat Panglima TNI yang baru. Seluruh fraksi di DPR semuanya aklamasi setuju memberhentikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo,” kata TB Hasanuddin.

Dengan demikina klaim Jendral Gatot Nurmantyo bahwa dia diberhentikan akibat membuat seruan nonton bareng film Gerakan 30 September atau G-30-S/PKI tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Baca Juga :  PKC PMII Jatim: Gerakan KAMI Sebagai "Manuver Politik Pergantian Kekuasaan"

Hal yang dijelaskan olen TB Hasanuddin itu diperkuat oleh apa yang dikatkan Fadli Zon yang saat pemberhentian Gatot Nurmantyo, Fadli Zon menjabat sebagai Plt Ketua DPR RI.

Sepengetahuan Fadli Zon, Jendral Gatot Nurmantyo diganti karena telah memasuki masa pensiun.

“Waktu itu saya menjabat Plt Ketua DPR menerima surat penggantian Pak Gatot dari Mensesneg RI di ruang kerja saya,” jelas Fadli Zon. “Tak ada alasan spesifik kenapa diganti cukup mendadak. Namun Pak Gatot memang memasuki usia pensiun dalam beberapa bulan waktu itu,” kata Fadli Zon. (Ummatina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :