Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Tolak Khilafah dengan Katakan: "NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !"

Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Page Visited: 2321
Read Time:4 Minute, 11 Second

Bersama Kita Tolak Khilafah dengan Katakan: “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Siapakah mereka yang bercita-cita merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Menjadi Negara Khilafah? Mereka dengan khayalan yang tinggi menarasikan bahwa Khilafah akan segera tegak di muka bumi. Mereka menyebut dengan sistem Khilafah akan menyatukan seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia, buktinya masjid Agya Sophia sudah difungsikan menjadi masjid kembali Seperti yang dilakukan Muhammad Al fatih. Ini bukti yang dipaksakan tentunya.

Pada saat ini, kelompok orang yang semangat membuat propaganda khilafah adalah ISIS (negara khilafah modern yang gagal total) dan eks HTI. Khusus terkait eks HTI, menurut survey yang pernah dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), ada 9,2 persen responden Indonesia setuju mengganti NKRI menjadi sistem negara khilafah. Angka yang hampir mendekati 10 persen tentu patut menyentakkan kesadaran kita untuk waspada.

Baca juga : Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Soal Larangan Paham Khilafah di Indonesia

Jumlah tersebut meningkat ketika responden mengetahui HTI. Dukungan mendirikan khilafah melonjak tinggi mencapai 11,2 persen, angka ini sama dengan total populasi nasional yang mencapai 8 juta orang. Meski tak sedikit pula yang mendukung pembubaran HTI, yakni 78,4 persen. Artinya sekitar 140 juta lebih, warga pemilih di Indonesia mendukung pemerintah membubarkan HTI. Dan akhirnya HTI berhasil dibubarkan.

Baca Juga :  Kita Beruntung karena Pemerintah Tidak Menjalankan Locdown

Mengenal Sekelumit Periode Khilafah

Terkait konsep khilafah, di era modern ini belum ada negara yang mengusung konsep khilafah tersebut. Karena konsep Khilafah ini bukanlah sesuatu yang disepakati oleh seluruh umat Islam di 23 negara Muslim di seluruh dunia. Akan tetapi kenapa sebagian kecil orang Indonesia begitu menggebu-gebu ingin merubah NKRI menjadi negara Khilafah?

Ini mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang khilafah tersebut. Karena sejarah mencatat bahwa konsep khilafah ini ada 2 periode. Periode pertama adalah khilafah sebagai penerus ajaran Nabi Muhammad SAW yang diisi oleh para Khulafa ar-Rasyidin seperti Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, Khalifah Umar Al-Khattab, Khalifah Ustman Bin Affan, Khalifah Ali Bin Abi Thalib, ditambah dua kepemimpinan dari Sayyidina Al Hasan Bin Ali dan Al Husein Bin Ali.

Masa berlakunya khilafah periode pertama ini selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai Khilafah al-Rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat Nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari Nabi untuk mentaati para Khalifah al-Rasyidah ini.

Baca juga : Hukuman Bagi ASN Terlibat Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Tidak Hormat

Sementara pada khilafah periode kedua diawali dengan berdirinya Khilafah Bani Umayyah yang berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Khilafah ini lahir 89 tahun setelah era Khulafah ar-Rasyidah selesai. Berdirinya Khilafah yang dipimpin oleh Mua’wiyah bin Abi Sufyan ini lahir dari cara licik Mua’wiyah yang memfitnah Sayyidina Ali Bin Abi Thalib berada di balik kasus terbunuhnya Sayyidina Ustman Bin Affan dan membunuh Sayyidina Al Hasan dan Al Husein demi merebut tampuk kekuasaan khilafah.

Baca Juga :  Prof Azyumardi Azra Angkat Bicara Soal Film ‘Jejak Khilafah di Nusantara’

Khilafah era kedua ini dipimpin pertama kali oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M) dan diakhiri oleh Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam (tahun 127-133 H/744-750 M). Pada masa ini merupakan masa peralihan dari pemerintahan khalifah Khulafa ar-rasyidin yang bersifat demokratis berubah ke sistem pemerintahan monarchi heredities atau sistem kerajaan yang turun temurun pada keluarganya.

Sistem khilafah monarki ini terus berlanjut hingga kerajaan Islam dipegang oleh Turki Ustmani pada 699 H/1299 M yang dipimpin oleh Ustman I dan kemudian dikenal sebagai dinasti Ustmaniyah. Dinasti memerintah hingga 1342H/1924M dengan khalifah terakhir yaitu Abdul Hamid II.

Di sinilah terlihat perbedaan, walaupun sama-sama berdasarkan konsep khilafah, namun khilafah di masa Khulafa ar-rasyidin berbeda dengan Khilafah di periode kedua yang dimulai sejak Mu’awiyah memimpin. Di masa Khulafa ar-rasyidin, khalifah itu ditunjuk sebagai pemimpin umat Islam di seluruh dunia yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW dengan sistem pemerintahan yang demokrastis.

Baca juga : Pesan dari Yaman : Jika Bendera Hitam Mulai Tersebar di Negara Kalian, Pertanda Awal Semua Kekacauan

Baca Juga :  Pro-kontra Sistem Khilafah oleh Sesama Pengusung Khilafah

Namun khalifah periode kedua yang dimulai dari khilafah Bani Umaiyyah ini, mereka menjadikan khalifah itu sebagai seorang pemimpin negara dan kepemimpinannya ditunjuk secara turun temurun seperti yang sekarang dilanjutkan oleh kerajaan Arab Saudi dengan sistem pemerintahan monarchi heredities.

Para Eks HTI Mau Khilafah Yang Mana?

Jika dilihat berdasarkan sejarah khilafah juga, HTI dan aktivis pro khilafah terkesan abu-abu ingin menjadikan Indonesia berdasarkan Khilafah di periode yang mana?

Jika yang pertama, sudah ada sistem demokrasi di Indonesia. Sementara periode kedua akan susah diterima di Indonesia, karena sudah terbukti bahwa sistem kerajaan tidak mampu untuk menyatukan bangsa. Jadi sudah jelas kedua periode khilafah tersebut sangat berbeda walaupun sama-sama berbasis agama Islam.

Jadi sangat tidak mungkin konsep khilafah diterapkan di Indonesia, karena landasan Pancasila dan slogan NKRI sudah mendarah daging di Indonesia. Pancasila juga dapat merangkul persatuan bangsa demi keutuhan NKRI karena sistem politiknya yang menjadikan negara berdasarkan pada kesamaan bangsa dan sejarah bukan karena kesamaan agama.

Baca juga : PCNU Kota Cirebon Laporkan Ketua DPRD, Buntut Penghapusan Khilafah

Jadi, marilah kita membuka mata dan akal sehat untuk kehidupan yang semakin damai di masa depan. Dan, yuk bersama kita tolak KHILAFAH dengan mengatakan: “NKRI Ok, Islam Yes, khilafah No !” (qa/ummatina)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda