Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Toleransi-Sebagai-Kunci-Kerukunan-dan-Persatuan-Bangsa

Toleransi Sebagai Kunci Persatuan dan Kerukunan Bangsa

Page Visited: 1389
Read Time:3 Minute, 12 Second

Toleransi Sebagai Kunci Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang mana di negara ini terdapat beragam suku bangsa, kepercayaan, seni dan budaya, agama, bahasa daerah dan sebagainya. Negara Indonesia juga merupakan negara yang menjunjung tinggi sikap toleransi. Semangat toleransi ini sudah melekat pada masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan, di mana sikap toleransi telah mempersatukan bangsa demi mengusir penjajah.

Seiring dengan perkembangan zaman di era teknologi sekarang ini, sebagian kita saat ini lebih mementingkan diri sendiri sehingga sikap toleransi dari waktu ke waktu mulai terkikis. Dengan banyaknya peristiwa yang mengerogoti nilai toleransi, Indonesia yang menjunjung tinggi semangat toleransi kini seakan gamang dengan toleransi. Apa jadinya Negara Indonesia jika tidak lagi secara tegas menegakkan semangat sikap bertoleransi?

Saling menghormati terhadap sesama anak bangsa merupakan esensi dari nilai-nilai toleransi. Saling menghormati ini tidak hanya sebatas sesama kelompok, sesama agama, atau sesama yang lainnya, tapi harus kepada orang yang berbeda latar belakang dengan kita. Kenapa demikian? Karena manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda. Karena berbeda itulah, manusia dianjurkan untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Baca Juga :  Film Jejak Khilafah Putar-balik Fakta dalam Film Sejarah Islam di Nusantara

Jika kita seorang muslim, dalam Al Quran dijelaskan, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Al-Hujurat: 13).

Sila ketiga Pancasila juga menegaskan agar kita seluruh masyarkat Indonesia, untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Namun persatuan akan bisa tercipta jika mengerti dan menjalankan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Jika kita mengklaim sebagai seorang yang religius, tentu kita akan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karena fungsi agama pada dasarnya untuk bertugas menjaga manusia tetap berada di jalan yang benar. Jika manusianya tidak benar, semestinya dia harus memahami ajaran agama secara benar. Jika kita benar-benar seorang yang religius, pasti kita tidak akan memaksakan kehendak dan merasa paling benar.

Baca Juga :  Penemuan Yusuf Muhammad Siapa Dalang di Balik Isu PKI

Jika dasarnya sudah benar, maka dalam kehidupan sehari-hari kita bisa memanusiakan manusia. Kita tidak merasa paling benar, dan selalu menyalahkan pihak yang berbeda. Rasa saling menghormati, saling peduli, dan saling tolong menolong, sudah pasti akan ada dalam diri jika kita mengerti esensi beragama. Itulah kemudian yang disebut sebagai toleransi antar umat beragama, yang kemudian dikembangkan menjadi toleransi sosial.

Saling menghormati tidak hanya terjadi antar agama, tapi juga antar suku, antar golongan, dan lain sebagainya. Jika kita menjalankan itu semua, maka persatuan Indonesia bukan mustahil untuk terus diwujudkan hingga generasi berikutnya.

Sebulan lai, umat Nasrani akan merayakan Natal. Sebagai bangsa, tentu kita patut berbangga. sebaiknya tidak hanya aparat keamanan saja yang ikut berkontribusi mengamankan Natal, tapi juga diwarnai peran pemuda lintas agama. Para pemuda yang berasal dari agama lain, juga sebaiknya ikut menjaga keamanan gereja agar umat Nasrani bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang. Ini adalah bentuk toleransi antar umat beragama yang patut terus diupayakan.

Baca Juga :  Kisah Heroik Prajurit Kopassus Menyusup Ke Camp Musuh

Toleransi akan memberikan kedamaian ketika ujaran kebencian terus menyusup ke relung kehidupan. Toleransi akan memberikan fondasi, agar kita tidak mudah terprovokasi informasi menyesatkan atas nama SARA.

Hidup bertoleran menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dalam negara majemuk seperti Indonesia ini. Jika kita memang merasa menjadi warga negara Indonesia, maka setiap ucapan dan tindakan yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, harus selalu mencerminkan nilai-nilai toleransi.

Karena hanya melalui toleransi inilah, keberagaman yang ada di negara kesatuan ini akan tetap terjaga. Warna warni negeri ini akan tetap terjaga, dan bisa terus dikenal oleh generasi berikutnya. Dan harapannya, pihak-pihak yang selama tidak menginginkan keberagaman negeri ini terjaga, semoga bisa segera tersadarkan.

Karena tidak gunanya terus mencari kejelekan orang lain, terus menebarkan kebencian, hanya demi kepentingan sesaat. Karena Indonesia negara damai, mari kita terus menebarkan pesan damai. Salam damai, yuk junjung sikap toleran toleran demi persatuan dan kerukunan bangsa.

Bagikan ini :