Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Turki Saja Tidak Ingin Khilafah Apalagi Indonesia Tentu Libih Tak Ingin Khilafah

Turki Saja Tidak Mau Khilafah Apalagi Indonesia, Tentu Lebih Tak Ingin Khilafah

Page Visited: 1525
Read Time:2 Minute, 14 Second

Jika Turki Saja Tidak Mau Khilafah Apalagi Indonesia, Tentu Lebih Tak Ingin Khilafah

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan menolak bila Turki menjadi negara Islam. Hal tersebut pernah disampaikan Erdogan saat berkunjung ke ibukota Kroasia, Zagreb pada bulan Maret 2016.

Dalam kesempatan tersebut wartawan bertanya soal konstitusi baru akan prioritaskan sistem Islam karena 99 persen populasi Turki adalah Muslim, Erdogan mengatakan bahwa hak-hak dan kebebasan semua agama dilindungi dalam sistem pemerintahan Turki.

Pada kunjungan September 2011 ke Mesir, Erdogan berbicara di hadapan pengikut Ikhwanul Muslimin di Kairo bahwa Sekularisme akan membuat negara menjadi jauh lebih aman. Erdogan berharap Mesir akan mengadopsi konstitusi sekuler karena sekularisme tidak anti-agama.(sumber: https://dunia.tempo.co/read/767273/presiden-erdogan-tolak-turki-menjadi-negara-islam/)

Partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan kemnbali ke sistem khilifah.

Baca Juga :  Info Grafik Lebih Jelas Tentang RUU HIP

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter merespon seruan kembali ke sistem khilafah oleh majalah Gercek Hayat.

“Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya menegaskan penolakannya kembali ke sistem khilafah sebagaimana dilansir Al Araby. (sumber: https://www.wartaekonomi.co.id/read297004/ada-yang-teriak-bangkitkan-khilafah-jawaban-turki-bijak-banget/)

Anggapan bahwa pembukaan Hagia Sophia menjadi masjid merupakan agenda membangkitkan kekhilfahan, justru pemerintah Turki mennuding anggapan itu sebagai sabotase politik terhadap Presiden Erdogan.

Dari sikap pemerintah Turki ini, maka dapat disimpulkan khilafah adalah sejarah yang tak akan terulang lagi di Turki.

Sikap AKP pimpinan Erdogan yang menolak kebangkitan khilafah mungkin bagi sebagian masyarakat “Islamis” di Indonesia cukup membingungkan. Sebab, literasi yang relatif tidak cukup terhadap pembacaan politik Islam di Turki.

Baca Juga :  Dianggap Ancaman, Pengikut Fethullah Gulen Terus Diburu Rezim Erdogan

Kelompok-kelompok pendukung sistem khilafah di Indonesia sudah terlanjur mengidolakan Presiden Erdogan sebagai perintis pejuang tegaknya “Khilifah” di era milenial, tapi kenyataanya pihak Erdogan sangat tegas menolak sistem khilafah.

Nah, kalau di Turki saja yang notabene merupakan negara bekas Khilafah Utsmani menolak berdirinya kembali negara khilafah, apalagi Indonesia yang telah berjuang berdarah-darah merebut kemerdekaan, tentu lebih pantas menolak keras berdirinya negara khilafah di Indonesia.

Usaha-usaha menuju penegakan negara khilafah di Indonesia sesungguhnya hal itu benar-benar tak ada nilai urgensinya bagi bangsa Indonesia. Iya, benar-benar unfaedah kalau meminjam istilah anak-anak milenial di medsos. (qa)

Turki Saja Tidak Ingin Khilafah Apalagi Indonesia Tentu Libih Tak Ingin Khilafah
Bagikan ini :