Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Turki-Sendiri-Tidak-Mau-Khilafah-Kok-Ente-Bilang-Indonesia-Wajib-Khilafah

Turki Tak Mau Khilafah, Kok Kalian Bilang di Indonesia Wajib Khilafah?

Page Visited: 1241
Read Time:2 Minute, 43 Second

Turki Tidak Mau Khilafah, Kok Kalian Bilang di Indonesia Wajib Khilafah?

Turki Saja sebagai negara bekas kebesaran khilafah Islam, kini tidak Mau Khilafah. Kalau Turki tidak mau khilafah, eh, kalian malah bilang di Indonesia wajib mendirikan negara Khilafah dengan berbagai dalil pembenaran. Apakah kalian pikir di Turki kekurangan ulama yang mumpuni sehingga di Turki tidak mewajibkan khilafah berdiri lagi di Turki? Oh tidak, Turki itu gudangnya para Ulama.

TGB Zainul Majdi pernah berkata terkait kenapa Turki tidak mau khilafah: “Turki sendiri tidak mau khilafah karena mereka sudah mempunyai kesepakatan negara bangsa.”

Apa yang dikatakan TBG Zainul Majdi bukan berdasar karangan, karena Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pernah menyatakan menolak Turki menjadi negara Islam. Hal tersebut pernah disampaikan Erdogan saat berkunjung ke ibukota Kroasia, Zagreb pada bulan Maret 2016.

Dalam kesempatan tersebut wartawan bertanya soal konstitusi baru akan prioritaskan sistem Islam karena 99 persen populasi Turki adalah Muslim, Erdogan mengatakan bahwa hak-hak dan kebebasan semua agama dilindungi dalam sistem pemerintahan Turki.

Baca Juga :  Takfiri Jurus Andalan Para Pengasong Khilafah di Manapun Berada

Pada kunjungan September 2011 ke Mesir, Erdogan juga pernah berbicara di hadapan pengikut Ikhwanul Muslimin di Kairo bahwa Sekularisme akan membuat negara menjadi jauh lebih aman. Erdogan berharap Mesir akan mengadopsi konstitusi sekuler karena sekularisme tidak anti-agama. (sumber: https://dunia.tempo.co/read/767273/presiden-erdogan-tolak-turki-menjadi-negara-islam/)

Partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan kemnbali ke sistem khilifah.
Baca Juga : Fakta Hizbut Tahrir Dilarang di Negara-negara Mayoritas Muslim

“Republik Turki adalah negara yang demokratis dan sekuler berdasarkan aturan hukum,” kata Juru Bicara Omer Celik dalam sebuah cuitan di Twitter merespon seruan kembali ke sistem khilafah oleh majalah Gercek Hayat.

“Republik Turki akan berdiri selamanya. Dengan doa dan dukungan dari negara kita, dan di bawah kepemimpinan presiden kita, kita berjalan menuju apa yang disebut tujuan yang tak terjangkau untuk negara dan kemanusiaan kita. Republik kita akan terus bersinar,” tambahnya menegaskan penolakannya kembali ke sistem khilafah sebagaimana dilansir Al Araby. (sumber: https://www.wartaekonomi.co.id/read297004/ada-yang-teriak-bangkitkan-khilafah-jawaban-turki-bijak-banget/)

Baca Juga :  Pandemi Corona Hancurkan Narasi Kehebatan Sistem Khilafah

Anggapan bahwa pembukaan Hagia Sophia menjadi masjid merupakan agenda membangkitkan kekhilfahan, justru pemerintah Turki mennuding anggapan itu sebagai sabotase politik terhadap Presiden Erdogan.

Dari sikap pemerintah Turki ini, maka dapat disimpulkan khilafah adalah sejarah yang tak akan terulang lagi di Turki.

Sikap AKP pimpinan Erdogan yang menolak kebangkitan khilafah mungkin bagi sebagian masyarakat “Islamis” di Indonesia cukup membingungkan. Sebab, literasi yang relatif tidak cukup terhadap pembacaan politik Islam di Turki.

Intinya kenapa Turki tidak mau khilafah, baiklah kita kutip kembali penjelasan TGB Zainul Majdi: “Turki sendiri tidak mau khilafah karena mereka sudah mempunyai kesepakatan negara bangsa.”

Kelompok-kelompok pendukung sistem khilafah di Indonesia sudah terlanjur mengidolakan Presiden Erdogan sebagai perintis pejuang tegaknya “Khilifah” di era milenial, tapi kenyataanya pihak Erdogan sangat tegas menolak sistem khilafah.

Nah, kalau di Turki saja yang notabene merupakan negara bekas kekhilafahan Turki Utsmani menolak berdirinya kembali negara khilafah, apalagi di Indonesia yang telah berjuang berdarah-darah merebut kemerdekaan, tentu lebih pantas menolak keras berdirinya negara khilafah di Indonesia. (ummatina)

Baca Juga :  Gus Nadir Ajak Penyebar "Islam Ramah" Kreatif Bukan Reaktif
Turki Sendiri Tidak Mau Khilafah, Kok Kalian Bilang Indonesia Wajib Khilafah?
Bagikan ini :