Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Habib Ali Al-Jufri, Tinggalkan Omong Kosong Khilafah

Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Habib Ali Al-Jufri: “Tinggalkan Omong Kosong Khilafah”

Page Visited: 677
Read Time:2 Minute, 48 Second

Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Habib Ali Al-Jufri: “Tinggalkan Omong Kosong Khilafah”

Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Habib Ali al-Jufri menyebut, khilafah bukanlah kewajiban dalam agama. Dia juga meminta umat Islam untuk tidak mengikuti kelompok atau organisasi yang ingin menegakkan khilafah. Ada apa dengan khilafah?

Perdebatan terkait khilafah muncul kembali setelah tayang film bikinan kelompok eks HTI yang berjudul “Jejak Khilafah di Nusantara”. Dari anggapan bahwa mendirikan kembali khilafah adalah kewajiban, hingga adanya hubungan Turki Utsmani dengan Nusantara menjadi tema yang sangat berseliweran di telinga akhir-akhir ini. Bahkan beberapa tokoh dan sejarawan harus ikut turun gunung untuk meluruskan film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang kontroversial ini.

Kepada mereka yang mengikuti perdebatan tersebut di atas, layak untuk mendengarkan kembali berbagai nasehat yang diberikan Habib Ali al-Jufri, seorang ulama Aswaja Timur Tengah saat singgah di Unnes Semarang. Salah satu pesan Habib Ali al-Jufri yang saat itu cukup mengagatkan kita yaitu, “Tinggalkan Omong Kosong Khilafah!”

Baca Juga :  Ketika Dzul Khuwaishirah al-Tamimi Membentak Rasulullah dan Generasi Penerus Ibnu Muljam

Baca juga : Para Ulama Aswaja Angkat Bicara Soal Khilafah Hizbut Tahrir

Habib Ali Al-Jufri menjelaskan bahwa Khilafah memang pernah tegak, tapi hanya 30-an tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW dan berakhir pada kepemimpinan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah.

“Bani Umayyah bukan khilafah, Dinasti Abbasiyah bukan khilafah, bahkan Turki Utsmani juga bukan khilafah,” tutur murid Habib Umar bin Hafidz Yaman ini.

Menurut Habib Ali Al-Jufri, tidak ada muslim yang tidak ingin jika semua muslim bersatu di bawah satu kepemimpinan. Namun hal itu tak mungkin dilakukan saat ini. Keinginan untuk mendirikan khilafah Islamiyah bisa jadi justru akan memporak-porandakan keutuhan dan perdamaian yang sudah terjadi saat ini. Bahkan orang-orang yang mengaku mendirikan khilafah Islamiyah bisa jadi hanya sebagai ‘boneka’ yang diatur sedemikian rupa untuk menghancurkan negara tertentu.

“Khilafah bukanlah kewajiban dalam beragama,” demikian penegasan Habib Ali Al-Jufri.

Baca juga : Impian Mendirikan Khilafah Diupayakan oleh Mereka yang Tidak Mengerti Islam

Habib Ali mencontohkan munculnya ISIS yang mengaku tengah mendirikan khilafah Islamiyah, yang terjadi justru kehancuran yang ada di negara tempat ISIS berada. Habib Ali al-Jufri bahkan menyebut bahwa ISIS adalah khawarij hari ini.

Baca Juga :  Syekh Ali Jaber Ihlas Hadapi Musibah, Sugik Nur Malah Menyindirnya

“Semua organisasi atau kelompok yang mengajak kalian untuk mendirikan khilafah, jangan pedulikan dan jangan habiskan waktu kalian untuk melayani kelompok ini,” demikian nasehat Habib Ali.

Khilifah, bagi Habib Ali al-Jufri, tidak harus dengan mendirikan negara dengan asas yang diklaim berasal dari agama, melainkan khilafah itu harus ditegakkan dalam diri setiap orang, dan bukan di sebuah negara.

Khilafah dalam diri yang dimaksud Habib Ali al-Jufri adalah mengoptimalkan dan mengisi jiwa kita dengan akhlak, berbuat baik kepada sesama manusia, memperbaiki dan memakmurkan bumi, itulah semua fungsi khalifatullah fil ardh yang harus ada dalam diri manusia. Jadi tidak harus mendirikan negara khilafah seperti yang dipropagandakan selama ini.

“Belajar dan mengamalkan bidang ilmu sesuai keahlian kalian, itu lah khilafah,” tambah Habib Ali Al-Jufri lebih jelas soal fungsi khalifatullah fil ardh.

Baca juga : Ternyata Mendirikan Negara Khilafah Bukan Kewajiban dalam Islam

Habib Ali juga mengkritik orang-orang yang sering turun ke jalanan, membuat kerusuhan dengan mengangkat bendera rayyah dan meneriakkan takbir dan khilafah. Habib Ali menyebut bahwa semua hal itu tak ada gunanya dan tak layak untuk dilakukan.

Baca Juga :  Kenapa Paham Khilafah Hizbut Tahrir Ditolak di Banyak Negara Muslim?

“Omong kosong orang yang berdemo di jalanan lalu berorasi, ‘Kami akan menegakkan khilafah di dunia,’ sambil membawa bendera rayyah, lalu teriak, ‘Takbiirrr, Allahu Akbar,’ apa-apaan ini!” demikian teguran Habib Timur Tengah yang aktif berdakwah melalui Twitter ini.

Bagikan ini :