Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Usai Dipolisikan, Said Didu Minta Maaf atas Kicauannya di Twitter

Usai Dipolisikan, Said Didu Minta Maaf atas Kicauannya di Twitter

Page Visited: 1041
Read Time:3 Minute, 46 Second

Usai Dipolisikan, Said Didu Minta Maaf atas Kicauan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden dan Menag Gus Yaqut

Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu, dipolisikan akibat kicauan lewat akun Twitter-nya, @msaid_didu. Tapi kemudian akhirnya Said Didu meminta maaf atas kicauan yang dipostingnya.

Said Didu menyampaikan permintaan maafnya lewat akun Twitter. Menurut dia, kicauan tersebut ada yang ditafsirkan secara salah bahwa dia menuduh pihak tertentu.

“Sehubungan dg adanya penafsiran thdp mention saya yg mengomentari pernyataan pak Qodari di yg saya baca di Media bhw “presiden butuh Menag yg keras kpd kelompok islam tertentu” yg saya komentari bhw terima kasih infonya bhw Bpk Presiden membutuhkan Menag spt itu,” kicau Said Didu seperti dilihat, Rabu (23/12/2020).

Dia mengaku tidak menuduh pihak mana pun terkait cuitan tersebut. Dia mengatakan sudah menghapus kicauan soal ‘presiden butuh Menag yang keras kepada kelompok Islam tertentu’. Dia pun meminta maaf kepada pihak yang tersinggung.

“Krn mention saya tsb ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tdk menuduh siapapun dlm mention saya tsb, apalagi Bpk Menag Yaqut Choli Quomas,” kata Said Didu.

Baca Juga :  Kisah Heroik Prajurit Kopassus Menyusup Ke Camp Musuh

“Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dg mention saya tersebut (yg saya sdh hapus bbrp waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih,” tambahnya.

Sebelumnya, akun Twitter milik Muhammad Said Didu yaitu @msaid_didu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan ujaran kebencian. Wawan sang pelopor, mengatakan salah satu kicauan di akun itu diduga sarat ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Apa alasan pelaporan dan bagaimana isi kicauan Said Didu yang dilaporkan ke polisi? Berikut ini alasan Said Didu sampai dilaporakan ke polisi menurt Wawan.

“Tadi kami telah melaporkan hari ini alhamdulillah sudah diterima Bareskrim. Jadi kita laporkan akun twitter Muhammad Said Didu,” kata Wawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Dilihat detikcom, laporan polisi ini bernomor LP/B/0719/XII/2020/BARESKRIM tanggal 23 Desember 2020. Adapun, Pelapor atas nama pribadi yaitu Wawan. Ia melaporkan akun Twitter @msaid_didu.

Laporan Wawan berkaitan dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian atau permusuhan individu dan antargolongan (SARA) serta kejahatan terhadap penguasa umum. Hal ini sesuai dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 207 KUHP.

Baca Juga :  Yusril Ihza Mahendra Menolak Jadi Pengacara Habib Rizieq

Ia tak menerima pernyataan Said Didu yang dinilai menghakimi Gus Yaqut. Padahal Ketum GP Ansor ini yang baru saja dilantik menjadi Menag, menggantikan Fachrul Razi.

“Jadi sebenarnya Menag yang sekarang, Gus Yaqut sekarang belum bekerja. Malah ketika beliau pertama kali pidato tentang masalah sebagai menteri agama mengatakan bahwa bagaimana ukhuwah Islamiyah, ini tugas beratnya ukhuwah Islamiyah jadi bagaimana umat Islam saling bersatu guyub,” ujarnya.

“Tapi sepertinya di akun twitter Muhammad Said Didu menghukumi, menjustifikasi seakan akan Menag ini ditunjuk untuk menggebuk Islam,” jelas Wawan.

Berikut cuitan Said Didu yang menjadi dasar laporan PAC Ansor Jagakarsa:

“Terima kasih atas penjelasan mas Qodari. Akhirnya kami tahu bahwa Bpk Presiden inginkan Menag utk “menggebuk” islam. Sekali lagi terima kasih.

Jadi Menag, Gus Yaqut Pidato Cetar Membahana

Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut baru saja diangkat sebagai Menteri Agama. Ia sudah mengeluarkan pernyataan yang menggelegar cetar membahana.

Gus Yaqut mengatakan tak ingin agama dijadikan alat politik untuk menentang pemerintah untuk merebut kekuasaan atau tujuan-tujuan yang lain. Hal ini tentunya sangat mengguncang nyali kelompok-kelompok yang menjadikan agama sebagai tunggangan politik.

“Setelah resmi menjadi Menag, yang pertama ingin saya lakukan adalah bagaimana menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi,” kata Gus Yaqut di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 922/12).

Baca Juga :  Upaya Menumbangkan Indonesia dengan Menghancurkan Pancasila
Jadi Menag, Gus Yaqut Pidato Cetar Membahana.

Menurut dia, agama lebih baik dibiarkan untuk menjadi inspirasi dan biarkan agama ini membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal kedua yang disebutnya sebagai tugas yang tidak mudah, yaitu bagaimana bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah bangsa ini sebagai bangsa dengan mayoritas pemeluk agama Islam.

“Maka, negara ini akan damai jika sesama muslim sesama umat Islam ini memiliki ukhuwah di antara mereka,” ujarnya.


Politikus PKB itu juga ingin meningkatkan ukhuwah wathaniah atau persaudaraan sesama warga bangsa.

Menurut pria asal Rembang ini bahwa Indonesia ini merdeka, lepas dari kolonial itu karena perjuangan dari semua penganut agama, bukan hanya umat Islam, melainkan juga umat Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan semua penganut agama di Indonesia.

Gus Yaqut menambahkan bahwa pada waktu pergolakan mencapai kemerdekaan semua umat agama di Indonesia terlibat berjuang sehingga penting ukhuwah wataniah ini dibangkitkan kembali.

“Agar tidak ada satu kelompok pun, satu agama apa pun yang mengklaim memiliki negara ini, semua berhak memiliki negara ini,” demikian kata Gus Yaqut. (*)

Bagikan ini :