Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Virus Corona di AS Makin Menggila, 40 Ribu Lebih Kasus Perhari

Virus Corona di AS Makin Menggila, 40 Ribu Lebih Kasus Perhari

Page Visited: 92
Read Time:2 Minute, 12 Second

Kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di AS disebut terus meningkat. Bahkan semakin “tak bisa dikontrol”.

Virus Corona di AS Menggila, Makin tak Bisa Dikontrol. Untuk hari-hari ke depan Angka infeksi per hari diprediksi mencapai 100.000 orang per hari terutama jika penyebaran terus berlanjut seperti sekarang.

“Saya tak bisa membuat prediksi yang akurat tapi ini akan sangat mengganggu,” demikian penjelasan ilmuan top di AS yang juga paakar virus Dr Anthony Faucy, sebagaimaan dilasir dari CNBC International, Selasa (30/6/2020).

“Kita mencatat 40 ribu lebih kasus setiap hari. Saya tidak akan terkejut jika angka ini naik menjadi 100.000 … Saya menekankan ini,” ungkapnya.

Baca juga : Hoax !!! Garam Dapur Bisa Bunuh Virus Corona dan Atasi Batuk

Saat sekarang ini, AS telah mencatat 40 ribu kasus baru setiap hari. Angka ini merupakan peningkatan dua kali lipat dibanding data tertinggi yang tercatat di bulan Mei yakni 22.800.

Hotspot penularan berada di Florida, California, Texas dan Arizona

Untuk saat ini hotspot penularan berada di negara bagian Selatan dan Barat AS. Sebanyak 50% kasus datang dari empat negara bagian, yakni Florida, California, Texas dan Arizona.

Baca Juga :  Australia Gandeng Muhammadiyah dan NU Atasi Pandemi Covid-19

Baca juga : Wabah Covid-19 Makin Parah di AS, Sehari 39.000 Orang Terinfeksi

Ada pergeseran dari pusat infeksi semula yakni Washington dan sebagai negara bagian di Timur Laut seperti New York.

Mengutip riset CNBC International, rata-rata kasus baru di AS adalah 39.750 per hari, selama tujuh hari terakhir. Angka ini naik lebih dari 40% dibandingkan seminggu sebelumnya.

Di Selasa, angka rata-rata laporan kasus baru selama tujuh hari naik lebih dari 5% selama seminggu di 40 negara bagian.

“Saya sangat prihatin dan saya tidak puas dengan apa yang terjadi karena kita berada di arah yang salah, terutama jika Anda melihat kurva dari kasus-kasus baru,” kata Fauci lagi.

“Jadi kita benar-benar harus melakukan sesuatu tentang itu dan kami perlu lakukan dengan cepat.”

Ia bahkan berujar hal ini akan mempengaruhi negara bagian lain yang sudah berusaha maksimal pada kasus di wilayahnya. Ini akan membahayakan seluruh bagian dari AS.

Baca juga : Aksi Perampokan Saat Lockdown, Kantor Parlemen Eropa Dirampok

Baca Juga :  Indonesia - Rusia Akan Kerjasama Kembangkan Vaksin dan Obat Covid-19

Menurutnya, AS mungkin mendorong pembukaan ekonominya, dari penguncian, terlalu cepat. Sehingga mengabaikan beberapa pedoman federal agar memulai aktivitas dengan aman.

“Di negara-negara di mana pemerintah negara bagian melakukan dengan benar, kita melihat secara visual “fenomena tak terjadi apa-apa”,” katanya,

“Meski negara itu dalam status penguncian atau dibuka, kamu melihat orang-orang tidak bermasker, tidak menghindari kerumunan dan tidak menjaga jarak secara fisik.”

Saat ini kasus corona di AS secara total sebanyak 2,7 juta pasien. Dari data Worldometers, ada 130 ribu orang yang meninggal karena Covid-19 di Negeri Paman Sam. (qa/ummatina/cnbc)

Bagikan ini :