Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Waspada! Banyak Anak Muda Sudah Terpapar Khilafahisme

Waspada! Banyak Anak Muda Sudah Terpapar Khilafahisme

Page Visited: 637
Read Time:2 Minute, 3 Second

Waspadalah! Saat Ini Banyak Anak Muda di Kampus Sudah Terpapar Khilafahisme

HTI menggunakan tiga strategi dalam memuluskan tujuan politiknya, yakni:

  • Pembinaan dan pengkaderan (marhalah al-tatsqif) untuk membentuk inti kepemimpinan;
  • Interaksi dengan umat (marhalah tafa’ul ma’a al-ummah) untuk membangun pengikut loyal;
  • Dan pengambilalihan kekuasaan (marhalah istilam al-hukm) untuk merubah pemerintahan.

Secara selektif untuk memuluskan strateginya, HT/HTI menyasar kelompok masyarakat tertentu sebagai basis rekrutmen politik. Maraknya Khilafahisme di kalngan anak-anak muda dalam lingkungan perguruan tinggi jelas merupakan bagian dari operasi politik HTI untuk merekrut dan membina kader dari kalangan pemuda, yakni para mahasiswa.

Keuntungan apa dari operasi ini bagi HTI? Keuntungannya cukup besar, yaitu HTI bisa memperoleh klaim untuk menjustifikasi gerakannya adalah “gerakan yang intelektual dan ilmiah”, selain itu juga memperoleh sumber daya berupa kader-kader yang memiliki antusias tinggi dan kekuatan untuk merealisasikan tujuan politik jangka panjang HTI.

Bagi kalangan mahasiswa sendiri merasa memiliki persepsi tentang “noblesse oblige” atau “kewajiban mulia”, yang mana hal ini dapat di manipulasi oleh HTI sebagai bentuk “Jihad” bagi para pemuda untuk keuntungan bagi tujuan-tujuan politik HTI itu sendiri.

Baca Juga :  Awal Sejarah Khilafah ISIS Sampai Jatuhnya Khilafah ISIS

Strategi HTI ini memicu munculnya kesadaran kelas di kalangan mahasiswa yang mampu membakar semangat heroisme tentang dirinya sebagai kelompok pembaharu, agen of social change, pejuang kepentingan rakyat, kekuatan kritis, dan sebagainya. Hal ini sengaja dieksploitasi sedemikian rupa oleh HTI dengan menyisipkannya dalam doktrin politik Khilafahisme sebagai landasan ideologis bagi perjuangan mahasiswa secara berlanjut.

Di situlah lagi-lagi keuntungannya, ketika mahasiswa itu selesai study dan memasuki ruang pengabdian pada masyarakat, doktrin Khilafah akan menjadi pedoman untuk berkiprah dalam berbagai institusi-institusi publik. Dapat dibayangkan jika alumni kampus yang telah didoktrin HTI ini masuk dalam lembaga-lembaga pemerintah dan mengendalikan pemerintahan, maka jalan HTI untuk membelokkan jalannya tata negara akan menjadi mulus.

Khilafahisme ala HTI sebagai konsep politik, ketika direalisasikan jelas sangat berbahaya untuk NKRI, bisa menimbulkan petaka besar bagi bangsa Indonesia.

Hal ini bukan hanya karena track record HTI sebagai agen dari HT yang penuh intrik percobaan kudeta di berbagai negara, tetapi juga karena konsekwensi logis jika konsep khilafahisme tersebut diterapkan.

Baca Juga :  Menolak Gagasan Khilafah HTI Bukan Mengingkari Khilafah

Ingat, dalam berbagai propaganda HTI, khilafah disebut sebagai otoritas atas segala dimensi kehidupan, baik agama, pemerintahan, politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya. Konsep Khilafah merupakan otoritas absolut yang berada di tangan satu orang yang akan mengendalikan seluruh umat Islam yang berbeda latar belakang suku, bangsa, kebudayaan dalam kekuasaan satu orang.

Nah, bukankah itu sangat-sangat berbahaya? Belajarlah dari sepak terjang negara khilafah ISIS yang sangat bengis dan kejam.

Waspada! Banyak Anak Muda Sudah Terpapar Khilafahisme
Bagikan ini :