Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Waspadalah, Propaganda khilafah Sasar Generasi Muda

Waspada!!! Propaganda khilafah Sasar Generasi Muda

Page Visited: 1119
Read Time:3 Minute, 2 Second

Waspadalah!!! Propaganda khilafah Sasar Generasi Muda

Kita harus terus waspada dengan gerakan khilafah karena generasi muda Indonesia selalu menjadi icaran yang disasar oleh propaganda khilafah dengan cara papapun. Mewaspadai gerakan khilafah harus dibarengi degan upaya serius membendung propaganda tersebut yang dilakukan pihak-pihak yang ingin mendirikan negara sendiri dalam NKRI.

Upaya membendung propaganda khilafah harus berupa aksi nyata dalam menangkal dan melawan propaganda mereka yang selalu tersisip di dalamnya peyebaran paham radikal dan terorisme. Upaya melawan propaganda khilafah tidak lain tujuannya adalah untuk menyelamatkan NKRI dari ancaman perpecahan dan mempertahankan tetap tegak dan utuhnya NKRI.

Sudah banyak Intelektual Muda terpapar propaganda hhilafah, hal ini tentu perlu diintensifkan upaya kontra opini terhadap propaganda khilafah tersebut. Untuk melakukannya juga diperlukan keberanian dalam beropini, sebab yang kita lawan adalah orang-orang radikal, bahkan terkadang bisa bersikap lebih ekstrim. Anda masih ingat ketika Munarman FPI menyiramkan air gelas ke wajah Thamrin Amal Tamagola saat debat di salah satu satasiun TV beberapa tahun lalu? Nah, itulah contoh sikap ekstrim tersebut.

Baca Juga :  Prajurit TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

Propaganda khilafah selalu berkaitan erat dengan radikalisme, dan kelompok yang mengaku Islam memang masih marak mengkampanyekan radikalisme. Bahkan kelompok ini seperti terus bergerilya untuk mempengaruhi masyarakat awam agar menjadi pengikut mereka, tentu melalui berbagai propaganda yang dimainkan hingga pola penjaringan yang terstruktur dan masif.

Ahmad Zainul Hamdi, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama mengatakan, bahwa penjaringan mereka sudah masuk ke wilayah-wilayah tempat ibadah yang banyak didatangi oleh generasi muda, di mana masjid-masjid kampus menjadi sasaran empuk untuk melakukan propaganda.

“Masjid kemudian berubah wilayah gerakan mahasiswa. Celakanya adalah masjid ini sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok islamis yang mengusung ide-ide Ikhwanul Muslim (IM). Di mana tahun 80-an mekar yang berbasis masjid. Seperti Masjid Arif Rahman Hakim yang di UI dan Salman ITB. Dan ini bibit awal,” kata Zainul Hamdi dalam webinar dengan tema “Menjaga Pancasila dari Bahaya Propaganda Komunisme dan Khilafah” yang digelar oleh Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Se-Indonesia, Sabtu (22/8/2020).

Tidak hanya di UI dan ITB, Zainul Hamdi juga menyebut, ada sebuah masjid di wilayah kampus besar di Yogyakarta juga dijadikan sarang untuk melakukan agitasi dan propaganda untuk menjaring banyak pengikut kelompok tersebut.

Baca Juga :  Ternyata Mendirikan Negara Khilafah Bukan Kewajiban dalam Islam

Menurut Ahmad Zainul Hamdi, dalam riset yang dilakukannya, ada sebuah kampus top di Yogyakarta, di mana markas mereka ada di masjid dan sudah lama menjadi wilayah. Namun tidak disentuh oleh pihak rektorat. Sehingga masjid menjadi wilayah suaka bagi mereka.

Dan kelompok yang menguasai masjid tersebut, kata Zainul adalah mereka yang memiliki tujuan mendirikan negara Khilafah.

“Di masjid ini kalau tidak IM, Tarbiyah atau HTI. Mereka menjadikan basis untuk menggalang massa. Dan bahkan kos-kosan di sekitarnya ter-blok menjadi semacam pesantren tempat bidikan kaum Salafi,” terangnya.

Lalu mengapa kelompok pelajar dan intelektual muda yang seharusnya mampu berpikir jernih dan membedakan mana yang salah dan mana yang benar justru terpapar pemahaman kelompok-kelompok tersebut, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PW NU Jawa Timur itu mengatakan, bahwa mereka cenderung tidak memiliki pemikiran pembanding.

“Dari paparan intens kelompok-kelompok di atas secara intens, berdekatan dengan lingkungan itu, tidak memiliki alternatif wacana dan lebih-lebih jika seluruh aspek kehidupannya bisa didapatkan ketika bergabung dengan kelompok itu maka dia akan teradikalisasi,” terangnya.

Baca Juga :  Felix Siauw, Marketer Khilafah yang Ujung-ujungnya Ada Motif Ekonomi

Namun begitu, ia pun menilai bahwa hal itu bisa diatasi dengan countering narasi yang bisa dilakukan oleh kelompok Nahdlatul Ulama dan ormas yang cinta pada NKRI. Sehingga intensitas para pemuda dan pelajar serta Mahasiswa di lingkungan mereka bisa ditarik kembali untuk mencintai NKRI.

Ahmad Zainul Hamdi, cara paling efektif untuk menangkal gerakan mereka adalah kehadiran intens kita di kampus-kampus agar anak-anak mahasiswa baru, ketika mereka membutuhkan sesuatu maka kita yang bisa hadir, bukan para pengusung propaganda khilafah itu. (*)

Bagikan ini :