Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Wow! Iran Kembangkan Jet Tempur Berat Buatan Sendiri

Wow! Iran Kembangkan Jet Tempur Berat Buatan Sendiri

Page Visited: 1945
Read Time:1 Minute, 24 Second

TEHERAN – Setelah kesuksesannya dalam pembuatan pesawat tempur Koswar, Angkatan Udara Iran secara resmi mulai mengembangkan jet tempur berat buatan sendiri.

Wakil Komandan Angkatan Udara Iran Brigadir Jenderal Hamid Vahedi mengatakan proses pembuatan jet tempur berat buatan sendiri telah dimulai. Demikian pernyataannya dalam sebuah wawancara dengan kantor Tasnim yang dilansir Kamis (23/7/2020),

Dia mengatakan para ahli lokal datang dengan ide pembuatan jet tempur berat setelah sukses memproduksi Kowsar, jet Iran dengan avionik asli dan mesin buatan dalam negeri.

Klaim bahwa jet tempur Koswar murni buatan dalam negeri bertentangan argumen yang diajukan oleh para kritikus yang menyebut Koswar tak lebih dari salinan pesawat tempur F-5 buatan Amerika Serikat (AS).

Baca juga : Iran Sebut Kematian Soleimani Hadiah Terbesar AS untuk Teroris

Jenderal itu juga menunjukkan proyek-proyek militer untuk meningkatkan kemampuan radar pesawat Angkatan Udara Iran. Menurutnya, kemajuan yang baik telah dibuat di bidang ini.

Vahedi mengklaim Iran telah mencapai kesuksesan besar dalam meningkatkan kemampuan stealth (siluman) berbagai jenis pesawat. Menurutnya, pencapaian baru akan diungkapkan setelah tes akhir.

Baca Juga :  Fakta Sebenarnya Konflik Suriah yang Disembunyikan Media Radikal

Saat ini, Angkatan Udara Iran dilengkapi dengan puluhan jet tempur buatan Rusia, Amerika Serikat, China, dan Prancis, dengan sebagian dari inventaris ini merupakan warisan dari rezim Shah setelah Revolusi Iran 1979. Sisanya dibeli pada 1990-an, 2000-an dan 2010-an, sebelum negara itu terkena embargo senjata PBB.

Baca juga : Mantan PM Irak Sebut Kemenangan atas ISIS Bukan karena Bantuan AS, tapi karena Bantuan Iran

Tak hanya soal jet tempur, komandan tersebut juga menyoroti kemajuan Iran dalam mengembangkan rudal yang diluncurkan dari udara. Menurutnya, para ahli lokal telah memperluas jangkauan rudal air-to-air Sidewinder, yang dipasang pada jet tempur F-5, dari 5 mil menjadi 12 mil. (qa/ummatina)

Bagikan ini :