Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida untuk Balas Turki

Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida untuk Balas Turki

Page Visited: 6586
Read Time:2 Minute, 40 Second

Buntut Hagia Sophia Dijadikan Masjid, Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida untuk Balas Turki

ATHENA – Yunani tidak terima atas kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengubah museum Hagia Sophia menjadi masjid. Athena siap membalas dengan mengancam menjadikan rumah kelahiran Mustafa Kemal Ataturk sebagai museum genosida.

Ancaman Yunani itu disampaikan Menteri Pembangunan Pedesaan Makis Voridis. Dia menggambarkan keputusan Erdogan yang mengubah Hagia Sophia sebagai masjid sebagai tindakan “mengerikan”.

Dia juga mencatat bahwa Turki di bawah Erdogan tidak tertarik untuk memiliki hubungan baik dengan negara Barat dan sistem internasional.

“Kemarahan, kebencian, kesedihan, terutama di Yunani, dan rasa penghinaan yang mendalam. Hagia Sophia bukan hanya monumen budaya dunia, tetapi juga simbol Kristen dunia, ortodoks,” kata Voridis.

“Kami membutuhkan jawaban dari komunitas internasional dan, tentu saja, dari Yunani,” katanya lagi seperti dikutip dari Greek City Times, Selasa (14/7/2020).

Baca juga : Masjid Hadiah untuk Presiden Jokowi Akan Dibangun, Mirip Grand Mosque

Baca Juga :  Aktivis Muslim Kecam Erdogan atas Kebijakan Deportasi Warga Uighur

Ketika ditanya tentang jenis jawaban yang harus diberikan oleh Yunani, Voridis berkomentar bahwa salah satu hal yang dapat dilakukan segera dan akan menjadi langkah “sangat simbolis” adalah mengubah rumah tempat kelahiran Mustafa Kemal Atatürk di Thessaloniki menjadi Museum Peringatan Genosida Yunani.

“Saya pikir itu bisa dan harus dilakukan segera,” katanya.

“Kebijakan internasional tentang saluran terbuka dengan Turki juga harus dipertimbangkan kembali. Komunitas internasional harus menyadari bahwa Turki adalah ancaman bagi stabilitas internasional dan bahwa pesan-pesan harus dikirim dari Barat, bahkan pada tingkat ekonomi, untuk merasakan konsekuensi dari reorganisasi,” paparnya.

“Kita perlu menjelaskan kepada Barat bahwa Erdogan menjadi ‘sepenuhnya di luar kendali’ dan bahwa negara-negara Barat akan menemukannya di depan mereka di beberapa titik,” katanya.

Baca juga : Kenapa Rakyat Indonesia Harus Mewaspadai HTI ?

Ancaman serupa juga disuarkan Greek Solution, partai politik di Yunani. Partai tersebut menyerukan untuk mengubah rumah Atatürk menjadi Museum Peringatan Genosida Yunani.

“Tidak ada pengadilan Turki yang dapat menodai karakter Hagia Sophia yang terlalu kronis,” kata partai itu dalam sebuah pernyataan hanya sehari sebelum Turki memutuskan untuk mengubahnya menjadi masjid.

Baca Juga :  Salat Jamaah di Hagia Sophia, 500 Orang Didiagnosa Terjangkit Covid-19

“Sebaliknya, Yunani dapat dan harus mengubah rumah Kemal menjadi museum peringatan dan kehormatan para korban genosida Pontian (Yunani),” lanjut partai tersebut.

Sekadar diketahui Hagia Sophia di Istanbul atau dikenal sebagai Konstantinopel selesai dibangun sebagai Katedral Kristen Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium pada tahun 537.

Pada 1204, Hagia Sophia dikonversi oleh Tentara Salib Keempat menjadi katedral Katolik Roma di bawah Kekaisaran Latin, sebelum dikembalikan lagi menjadi Katedral Ortodoks setelah pembangunan kembali Kekaisaran Bizantium pada 1261.

Pada tahun 1453, Konstantinopel yang menjadi Ibu Kota Kekaisaran Bizantium ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman di bawah pimpinan Sultan Mehmed II atau dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk. Atas perintah Sultan Mehmed II, Hagia Sophia dikonversi menjadi masjid.

Baca juga : Australia Gandeng Muhammadiyah dan NU Atasi Pandemi Covid-19

Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh, lahir republik Turki modern yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk. Dia menjadikan Turki sebagai negara sekular dan pada tahun 1953, Ataturk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum.

Baca Juga :  Ingatkah Anda Ketika Makam Imam An-Nawawi Dibom Kaum Wahabi ?

Jumat pekan lalu menjadi sejarah lagi ketika Erdogan mengubah bangunan kuno itu kembali menjadi masjid setelah pengadilan administrasi utama Turki mencabut atau membatalkan keputusan pemerintah Ataturk.

Keputusan Erdogan telah memicu kecaman komunitas Kristen dan Barat. Namun, Erdogan berdalih Hagia Sophia adalah urusan dalam negeri Turki dan setiap kritik yang datang akan dianggap sebagai serangan terhadap kedaulatan Turki. (qa/ummatina)

Bagikan ini :